Danantara Beberkan Progres Terbaru Proyek Kompleks Haji di Makkah

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melaporkan perkembangan terbaru pengembangan Kompleks Haji (Hajj Complex) di Makkah, Arab Saudi, kepada Presiden Prabowo Subianto dalam retreat para menteri di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1) malam.

Saat ini, proyek strategis tersebut dijalankan melalui dua jalur utama yang dikembangkan secara paralel. Jalur pertama difokuskan pada penguatan fondasi proyek melalui pengembangan Kawasan Thakher. Sementara itu, jalur kedua dilakukan dengan mengikuti proses lelang yang dikelola Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC) guna menjajaki peluang pengembangan kawasan lain di sekitar Masjidil Haram.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menyampaikan Kawasan Thakher dipilih sebagai fondasi awal pengembangan karena telah memiliki aset eksisting yang siap dikembangkan. Kawasan tersebut mencakup Novotel Thakher Makkah yang sudah beroperasi, serta sekitar 4,4 hektare lahan pengembangan yang berlokasi di koridor strategis, berjarak sekitar 2–3 kilometer dari Masjidil Haram.

“Kami membangun Kompleks Haji (Hajj Complex) melalui pendekatan secara bertahap. Kawasan Thakher menjadi fondasi awal karena asetnya eksisting dan siap dikembangkan, sementara pada saat yang sama kami juga masih mengikuti proses lelang RCMC untuk peluang kawasan lain yang lebih dekat dengan pusat aktivitas haji dan umrah,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (7/1).

Saat ini, Kawasan Thakher mencakup Novotel Thakher Makkah dengan kapasitas sekitar 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara, serta kurang lebih 14 plot lahan yang telah disiapkan untuk pengembangan lanjutan, termasuk area komersial dan pusat layanan.

Ke depan, kawasan tersebut dirancang berkembang secara bertahap hingga memiliki sekitar 6.000 kamar, dengan estimasi kapasitas menampung kurang lebih 22.000 jemaah. Jumlah ini setara sekitar 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya.

Pengembangannya tidak hanya berfokus pada penyediaan akomodasi, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem layanan jemaah yang terintegrasi, mulai dari fasilitas ritel, dukungan logistik, hingga berbagai layanan penunjang lainnya.

“Kami ingin membangun ekosistem, bukan hanya hotel. Kawasan Thakher kami siapkan sebagai basis pengembangan layanan jemaah Indonesia yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” lanjut Pandu.

Pandu menyampaikan, Danantara tetap aktif memantau sekaligus terlibat dalam proses lelang yang dikelola RCMC. Sebagai otoritas pengembangan Kota Makkah, RCMC memiliki peran penting dalam menetapkan kebijakan, pengaturan tata kawasan, hingga skema pengembangan proyek-proyek strategis di wilayah tersebut.

Dalam kerangka itu, pengembangan Kompleks Haji diposisikan sebagai bagian dari strategi jangka panjang yang diselaraskan dengan master plan Kota Makkah serta kerangka kerja RCMC, yang menawarkan sejumlah plot kawasan dengan karakteristik beragam, baik dari segi lokasi, peruntukan, maupun jaraknya dari Masjidil Haram.

Proses lelang yang dijalankan mencakup tahapan penawaran, evaluasi teknis dan finansial, hingga seleksi investor yang dinilai mampu mengembangkan kawasan sesuai dengan rencana induk Kota Makkah.

“RCMC adalah bagian penting dari ekosistem pengembangan Makkah. Kami masih terlibat dalam proses tersebut sebagai bagian dari eksplorasi jangka panjang untuk Kompleks Haji (Hajj Complex), tentu dengan pendekatan yang sangat selektif dan berbasis kajian menyeluruh,” jelas Pandu.

Pandu menegaskan, penguatan Kawasan Thakher akan menjadi fondasi awal pengembangan Kompleks Haji sekaligus membuka peluang ekspansi ke kawasan strategis lainnya di Makkah melalui kerangka kerja RCMC. Seluruh langkah tersebut dilakukan secara selektif dan berbasis kajian mendalam, sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan untuk membangun kompleks haji yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Untuk Kawasan Thakher sendiri, Danantara menyiapkan investasi secara bertahap, termasuk penguatan aset awal dan belanja modal guna mendukung pengembangan kawasan. Berdasarkan proyeksi awal, tahap pengembangan lanjutan ditargetkan memasuki proses groundbreaking pada 2026, sementara operasional hotel tambahan direncanakan mulai berjalan pada 2029, menyesuaikan kesiapan proyek dan perizinan.

“Fokus kami adalah memastikan setiap langkah dilakukan secara prudent, terukur, dan memberi manfaat jangka panjang. Kompleks Haji (Hajj Complex) kami bangun sebagai proyek strategis lintas generasi,” tutur Pandu.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Beberkan Kondisi Kinerja Keuangan 2025
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Lazio vs Fiorentina, Lazio Tahan Imbang Fiorentina 2-2
• 22 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Wanita Pakai Seragam Pramugari Bohongi Keluarga Sudah Bekerja di Batik Air
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Harga Emas Naik hingga Maraknya PHK Tekan Penghimpunan Zakat 2025
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jeritan Anak-anak Muda Indonesia di Kamboja Kian Nyaring, Sampai Kapan Mereka Jadi Korban ?
• 13 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.