jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa super flu sama seperti flu biasa.
Selain itu, super flu tidak mematikan seperti Covid-19 era pandemi.
BACA JUGA: Heboh Super Flu, Dinkes Jabar Tegaskan Bukan Penyakit Baru
“Sama seperti flu biasa bukan seperti Covid yang dulu-dulu yang varian Delta mematikan,” ungkap Budi Gunadi Sadikin di Kantor BNPB, Jakarta Timur, pada Rabu (7/1).
Menurutnya, super flu dengan nama scientific sebagai Influenza tipe A atau varian A.
BACA JUGA: Kemenkes Didesak Sosialisasikan Penggunaan Masker, Seusai Muncul Virus Super Flu
Sementara, Covid-19 memiliki varian Delta, Omicron, Beta, Alpha, dan lainnya.
Super flu berasal dari virus H3N2 dan sudah ada sejak puluhan tahun tahun yang lalu.
BACA JUGA: Banyak Makan Protein dan Kurangi Karbohidrat Cara Menangkal Virus Super Flu
“Nahc kemudian dia keluar varian baru yang namanya varian, mereka istilahnya sub-code A, gitu. Ya. Ini, jadi bukan satu virus baru seperti yang Covid,” jelasnya.
Budi Gunadi Sadikin menyebutkan super flu memang cepat menular, tetapi tingkat kematiannya sangat rendah.
“Dan ini selalu terjadi biasanya di musim-musim dingin, di negara-negara maju tuh selalu terjadi kenaikan,” tuturnya.
Pemerintah sendiri masih mengidentifikasi adanya super flu di Indonesia yang saat ini sudah menulari 62 orang.
“Dan enggak parah sih. Artinya bisa dengan pengobatan biasa tetap sembuh,” tutupnya. (mcr4/jpnn)
Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi



