Ambulans Dokter Relawan Kemenkes Mogok Terjebak Lumpur di Pidie Jaya

rctiplus.com
1 hari lalu
Cover Berita

PIDIE JAYA, iNews.id – Momen dramatis terekam kamera saat mobil ambulans yang membawa puluhan dokter relawan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terjebak lumpur di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/1/2026). Insiden tersebut terjadi di jalan lintas Desa Blang Cut menuju Desa Meunasah Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua.

Rombongan dokter relawan ini sedianya menuju Puskesmas Meureudu untuk mengikuti apel pagi sebelum terjun memberikan pelayanan kesehatan bagi korban banjir bandang dan tanah longsor. Namun, karena kondisi jalur utama yang terputus, mereka terpaksa memilih jalur alternatif melalui jalan desa.

Nahas, kendaraan ambulans justru terperosok ke dalam genangan lumpur dan sisa material bencana yang tingginya melebihi lutut orang dewasa. Upaya mesin untuk menerjang genangan air tersebut mengakibatkan mesin ambulans mendadak mati total di tengah kepungan lumpur.

Para dokter dan relawan yang berada di dalam kendaraan terpaksa turun ke kubangan lumpur. Mereka bergotong royong mendorong kendaraan ke titik yang lebih aman. Meski telah dicoba berkali-kali, mesin ambulans tetap tidak dapat menyala kembali. 

Tak ingin membuang waktu karena korban bencana sudah menunggu, para dokter akhirnya memutuskan untuk meninggalkan ambulans sementara di lokasi. Mereka kemudian menumpang mobil pikap milik warga yang kebetulan melintas untuk menuju lokasi tugas.

"Ambulans boleh terhenti, tapi tugas kemanusiaan untuk saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana tidak boleh tertunda sesaat pun," ujar Muhammad Rafis Razi, salah satu dokter relawan Kemenkes.

Kepala Dinas Kesehatan dan KB Pidie Jaya, Edi Azwar, mengonfirmasi bahwa saat ini ratusan tenaga kesehatan (nakes) telah disebar ke berbagai titik pengungsian dan wilayah terisolir di Pidie Jaya.

"Tim yang diterjunkan sangat lengkap, terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, tenaga gizi, hingga tenaga kesehatan lingkungan. Fokus kami adalah mencegah munculnya penyakit pascabencana seperti gatal-gatal, diare, dan infeksi saluran pernapasan," kata Edi.

Hingga saat ini, misi kemanusiaan tetap berjalan meskipun akses menuju pemukiman warga masih sangat terbatas akibat rusaknya infrastruktur jalan. Ambulans yang mogok rencananya akan dievakuasi dan diperbaiki setelah seluruh agenda pelayanan kesehatan di posko pengungsian selesai dilaksanakan.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tanpa Batas Waktu, Donald Trump Ogah Lepaskan Kendali atas Venezuela
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ripple Tegaskan Belum Miliki Rencana IPO
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Haikal Hassan Sesalkan Ada Pihak yang Hina dan Maki Prabowo
• 20 jam laludetik.com
thumb
Pemprov DKI Siap Bongkar Tiang Monorel, DPRD Malah Sebut belum Pernah Diajak Pembahasan
• 18 jam lalumerahputih.com
thumb
Kreator The Last of Us Kenalkan Game Baru, Coven of the Chicken Foot
• 4 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.