REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto sedang mendefinisikan ulang gaya kepemimpinan nasional dengan memberikan "mandat penuh" bagi para pembantunya untuk bermanuver lebih lincah di lapangan.
Jauh dari kesan kaku, gaya kepemimpinan yang menekankan pada inisiatif dan keberanian eksekusi ini kini menjadi standar baru dalam kabinet, di mana para menteri didorong untuk tidak sekadar menunggu instruksi, melainkan menjadi ujung tombak perubahan yang strategis.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Kedudukan Istimewa Abu Bakar Ash Shiddiq
- Pemkot Semarang Belum Deteksi Penyebaran Super Flu
- Pengamat: Indonesia Perlu Mitigasi Risiko Ekonomi Usai Penangkapan Maduro
Visi ini tercermin kuat dalam pidato Presiden Prabowo pada pembukaan retret kabinet di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026). Di hadapan jajaran menterinya, Presiden menekankan pentingnya bekerja dengan inisiatif tinggi, memahami filosofi strategi besar pemerintah, serta memiliki keberanian untuk mengeksekusi kebijakan secara nyata di tengah masyarakat.
Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi, menilai arahan tersebut bukan sekadar retorika. Ia melihat praktik nyata dari pidato Presiden tersebut telah diimplementasikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
“Saya melihat arahan Presiden itu benar-benar dijalankan. Menteri diberi ruang luas untuk mengambil inisiatif dan mengeksekusi kebijakan secara konkret. Itulah yang ditunjukkan Bahlil di sektor energi saat ini,” ujar Abdul Rahman, Rabu (7/1/2026).
Lebih lanjut, ia menilai keberhasilan berbagai kebijakan strategis di sektor energi dan fiskal belakangan ini merupakan buah dari gaya kepemimpinan Prabowo yang tidak kaku dan tidak sentralistis. Dengan memberikan kepercayaan penuh kepada menteri yang kompeten, akselerasi pembangunan menjadi lebih terukur dan berdampak langsung pada penguatan ekonomi nasional.
Presiden, kata Abdul Rahman, menetapkan arah besar kebijakan nasional, lalu memberi kepercayaan kepada menteri-menterinya untuk mengeksekusi kebijakan secara kreatif, profesional, dan bertanggung jawab.
“Pola kepemimpinan ini mulai menunjukkan hasil konkret di berbagai sektor strategis pemerintahan,” jelasnya.
Arahan dan Sinergi
Abdul Rahman menegaskan bahwa capaian Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tidak terlepas dari sinergi antarkementerian yang berjalan searah dengan arahan langsung Presiden Prabowo kepada seluruh jajaran kabinet.
Presiden Prabowo secara khusus meminta agar sektor energi diarahkan untuk memperkuat kedaulatan dan kemandirian bangsa sebagai fondasi pembangunan nasional.
Arahan tersebut diterjemahkan oleh Bahlil melalui peningkatan lifting migas, percepatan hilirisasi mineral, pengurangan ketergantungan impor energi, serta percepatan pemerataan akses listrik nasional.
Ia menambahkan, peningkatan rasio elektrifikasi juga menjadi indikator penting keberhasilan kebijakan energi saat ini, terutama dalam memastikan kehadiran negara hingga ke wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal.
“Listrik bukan sekadar soal energi, tapi soal keadilan pembangunan. Ketika rasio elektrifikasi meningkat, itu berarti negara hadir lebih merata,” ujarnya.
Menurut Abdul Rahman, langkah-langkah tersebut tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga sangat strategis bagi ketahanan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menjelaskan, ketika impor energi ditekan, produksi dalam negeri diperkuat, dan layanan listrik diperluas, beban subsidi menjadi lebih terkendali dan ruang fiskal negara semakin luas.
“Ini kebijakan energi yang dampaknya langsung terasa pada stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Dalam konteks itu, Abdul Rahman juga menilai kebijakan fiskal yang dijalankan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berhasil menciptakan transisi ekonomi yang lebih terkendali dan melengkapi kebijakan energi yang progresif.
Menurutnya, Purbaya mampu menjaga stabilitas keuangan negara, memastikan kesinambungan fiskal, sekaligus memberikan dukungan pada sektor riil tanpa menimbulkan gejolak.
“Koordinasi fiskal dan energi sangat penting. Kebijakan energi yang progresif harus ditopang kebijakan fiskal yang hati-hati agar transisinya berjalan mulus,” katanya.
Ia menilai sinergi tersebut menunjukkan orkestrasi kabinet yang solid di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sehingga program-program strategis nasional dapat berjalan berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Ini bukan kerja satu orang, melainkan kerja bersama dalam satu komando. Energi yang berdaulat memberi ruang fiskal, ruang fiskal memperkuat kesejahteraan, dan semuanya berjalan dalam kepemimpinan yang jelas,” ujarnya.




