FAJAR, SIDRAP- Permasalahan sampah hingga kini masih menjadi tantangan serius dalam pengelolaan lingkungan hidup, khususnya di wilayah perkotaan dan kawasan permukiman padat penduduk. Pertumbuhan jumlah penduduk yang diikuti meningkatnya aktivitas rumah tangga berdampak langsung pada bertambahnya volume sampah setiap hari. Kondisi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan tingkat kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara ramah lingkungan, sehingga diperlukan upaya edukasi yang berkelanjutan.
Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Daerah Gelombang 115 melaksanakan sosialisasi pengelolaan sampah berbasis konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di Kelurahan Rappang, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya, khususnya di lingkungan rumah tangga yang menjadi penghasil sampah terbesar.
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep reduce yang menekankan pengurangan penggunaan barang sekali pakai, reuse sebagai upaya memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan, serta recycle sebagai proses pengolahan sampah menjadi produk baru yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Peserta juga dikenalkan pada pentingnya pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, yaitu sampah organik, anorganik, serta bahan berbahaya dan beracun (B3), sebagai langkah awal menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan edukatif dan komunikatif melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, serta pemberian contoh penerapan sederhana yang dapat langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme masyarakat terlihat dari keaktifan peserta dalam mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
Salah satu mahasiswa KKN Tematik Inovasi Daerah Gelombang 115, Welia Wulandari, mahasiswa Program Studi Agribisnis, menyampaikan bahwa perubahan dalam pengelolaan sampah dapat dimulai dari kesadaran individu dan kebiasaan sederhana di tingkat rumah tangga.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari hal-hal sederhana di rumah dengan menerapkan konsep 3R. Jika dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, langkah kecil tersebut akan memberikan dampak besar bagi kebersihan, kesehatan, serta kualitas lingkungan hidup,” ujarnya.
Welia menambahkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah berbasis 3R sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, kemauan untuk berubah, serta kerja sama antara masyarakat dan berbagai pihak terkait, pengelolaan sampah yang ramah lingkungan diharapkan dapat menjadi bagian dari pola hidup masyarakat Kelurahan Rappang dalam jangka panjang.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik Inovasi Daerah Gelombang 115 berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, sekaligus membangun budaya hidup bersih yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. (*/)
Oleh: Salsabila
Magang Fajar, Universitas Hasanuddin




