ACEH TIMUR, KOMPAS.TV – Para siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Lokop, Desa Sekualan, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, hanya menggunakan alas terpal dan beratap langit pada hari pertama dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar, Senin (5/1/2026).
Kondisi tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Rabu (7/1/2026).
Muhari menjelaskan, SD Negeri 2 Lokop merupakan salah satu sekolah yang terdampak banjir. Gedung sekolah beserta sarana dan prasarana lainnya tidak bisa lagi dipakai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Pada hari pertama sekolah semester genap tahun ajaran 2025/2026 kemarin, siswa-siswi ini hanya bisa belajar dengan alas terpal beratapkan langit,” jelasnya.
Baca Juga: ASN Aceh Tamiang Gotong Royong Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir Bandang | SAPA PAGI
“Pihak sekolah kemudian meminta kepada pemerintah untuk diberikan sarana penunjang sekolah darurat,” lanjutnya.
Sebagai tanggapan atas permintaan tersebut, pihak BNPB bersama unsur pemerintah daerah, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur dan personel TNI bergerak menuju lokasi membawa tenda peleton dan kebutuhan lainnya.
Tim kemudian mendirikan tenda peleton berukuran 6x12 meter, lengkap dengan alas tikar terpal dan sarana prasarana penunjang lainnya.
“Pada akhirnya, siswa-siswi ini memiliki tempat bersekolah yang lebih layak dari sebelumnya,” kata Muhari.
BNPB juga melakukan hal serupa untuk SD IT An-Nur, Yayasan Teungku Chiek Pante Geulima, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Di hari pertama sekolah pada Senin lalu, para siswa telah belajar di dalam tenda.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- badan nasional penanggulangan bencana
- bnpb
- aceh timur
- sekolah terdampak banjir
- bencana sumatera
- banjir aceh





