Jakarta, VIVA – Densus 88 Antiteror Polri menyatakan bahwa seorang pelaku penusukan di Moskow, Rusia, pada 16 Desember 2025, diduga terinspirasi insiden ledakan di SMAN 72, Jakarta Utara.
"Kita bisa lihat kaitan kejadian di Moskow ini dengan kejadian di Jakarta," kata Juru Bicara Densus 88 AT Polri Komisaris Besar Polisi Mayndra Eka Wardhana di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu.
Mayndra menerangkan pelaku penusukan di Moskow itu bernama Mario Nawfal yang berusia 15 tahun.
Remaja itu melakukan penyerangan dengan menggunakan sebilah pisau di salah satu sekolah di wilayah Moskow dan menewaskan seorang anak serta melukai seorang petugas keamanan.
- Istimewa
Untuk keterkaitan dengan kasus di SMAN 72, Mayndra mengatakan bahwa pada gagang senjata pelaku di Moskow itu tertulis "2025, Jakarta Bombing".
Tulisan itu terlihat dari foto yang dikirim pelaku ke dalam grup true crime community yang memiliki paham ekstremisme dan ideologi kekerasan ekstrem.
"(Foto) diambil oleh yang bersangkutan, kemudian diunggah di dalam komunitas ini (true crime community). Diduga ini terinspirasi adanya insiden bom SMAN 72 di Jakarta," katanya.
Sebelumnya diberitakan bahwa seorang remaja bersenjata pisau melakukan penyerangan di salah satu sekolah di wilayah Moskow dan menewaskan seorang anak serta melukai seorang petugas keamanan.
Komite Investigasi Rusia mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi di permukiman Gorki-2, Distrik Odintsovo, wilayah Moskow.
"Akibat luka tusuk yang diderita, anak tersebut meninggal dunia," kata komite tersebut.
Ombudsman Anak untuk wilayah Moskow, Ksenia Mishonova, membenarkan bahwa seorang siswa kelas empat meninggal dunia setelah serangan pisau tersebut.
"Dengan rasa duka yang mendalam, seorang anak, seorang siswa kelas empat, telah meninggal dunia di sekolah. Selain itu, ada beberapa orang yang terluka," tulisnya di Telegram. (Ant)



