Insiden Berdarah di Minneapolis: Petugas ICE Tembak Mati Perempuan yang Coba Tabrak Aparat

mediaindonesia.com
1 hari lalu
Cover Berita

SEBUAH operasi penegakan hukum imigrasi di Minneapolis, Amerika Serikat, berakhir tragis. Seorang petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) menembak mati seorang perempuan yang diduga mencoba menabrak para petugas menggunakan kendaraan. Otoritas Amerika Serikat secara tegas menyebut insiden ini sebagai tindakan "terorisme domestik."

Peristiwa berdarah ini terjadi di tengah aksi protes warga terhadap aktivitas penegakan hukum imigrasi yang tengah berlangsung di kota Minnesota tersebut. Berdasarkan laporan media lokal, ketegangan meningkat saat petugas sedang menjalankan tugasnya di wilayah Minneapolis Selatan.

Tuduhan Terorisme Domestik

Melalui pernyataan resmi di platform X, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) yang membawahi ICE, mengonfirmasi insiden tersebut dan mengutuk keras tindakan pelaku.

"Upaya menabrak petugas penegak hukum kami dengan maksud untuk membunuh mereka adalah sebuah tindakan terorisme domestik," tulis pernyataan resmi Departemen Keamanan Dalam Negeri.

Pihak otoritas menjelaskan petugas melepaskan tembakan karena merasa terancam secara langsung.

"Seorang petugas ICE, yang mengkhawatirkan nyawanya, nyawa rekan-rekan penegak hukumnya, serta keselamatan publik, melepaskan tembakan pertahanan diri. Terduga pelaku tertembak dan dinyatakan meninggal dunia. Petugas ICE yang terluka diperkirakan akan pulih sepenuhnya."

Ketegangan di Lokasi Kejadian

Insiden penembakan ini dilaporkan terjadi di persimpangan 34th Street dan Portland Avenue. Rekaman dari afiliasi WCCO CBS menunjukkan situasi yang sangat panas sebelum penembakan terjadi. Petugas ICE terlihat sempat menggunakan semprotan merica dan mendorong para pengunjuk rasa selama operasi berlangsung.

Video mengenai insiden tersebut dikabarkan telah beredar luas di masyarakat sekitar. Meski otoritas mengklaim tindakan tersebut adalah bela diri, sejumlah saksi mata di lokasi memberikan kesaksian berbeda yang menunjukkan rasa duka dan kemarahan.

"Tidak ada alasan apa pun atas tindakan orang tersebut yang membuatnya pantas untuk dibunuh," ujar salah seorang saksi mata kepada penyiar setempat.

Konteks Politik dan Keamanan

Kasus ini menambah daftar panjang ketegangan antara aparat keamanan dan warga sipil terkait kebijakan imigrasi di era pemerintahan Donald Trump. Diketahui, gelombang protes massal sering terjadi di berbagai kota besar AS sebagai respons atas janji pemerintah untuk menangkap dan mendeportasi imigran yang tidak memiliki dokumen resmi.

Hingga saat ini, identitas pelaku belum dirilis secara resmi oleh pihak berwenang, sementara penyelidikan lebih lanjut terkait prosedur penembakan masih terus dilakukan untuk memastikan apakah tindakan tersebut sesuai dengan protokol penggunaan senjata api. (AFP/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Catat! Jadwal SIM Keliling di Kota Tangsel Hari Ini Jumat 9 Januari 2026
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Meneguhkan Daulat Rakyat Lewat Pilkada Langsung
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Rupiah melemah diiringi aktivitas bisnis di AS yang membaik
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Banyuwangi Jadi Penopang Swasembada Pangan, Surplus Ratusan Ribu Ton Beras dan Jagung
• 17 jam laluberitajatim.com
thumb
Nestle Perluas Penarikan Formula Bayi dari Asia hingga Afrika
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.