REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Seorang petugas federal Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) telah menembak mati seorang wanita di lingkungan perumahan di Minneapolis, Amerika Serikat. Penembakan tersebut terjadi di tengah protes atas tindakan keras Presiden Donald Trump terhadap imigrasi di daerah itu.
Detail pembunuhan di kota terbesar negara bagian Minnesota masih muncul pada Rabu (7/1/2025). Video peristiwa itu menunjukkan sebuah mobil SUV berwarna gelap menghalangi lalu lintas sebelum dikelilingi oleh agen penegak hukum. Kendaraan tersebut kemudian mundur sebentar untuk maju, saat seorang petugas melepaskan tembakan.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Angka Pernikahan Anak di Jateng Turun Ribuan Kasus
- Aktivis Pro-Palestina di Skotlandia Serbu Pabrik Pemasok Pesawat untuk Israel
- Indonesia ‘Juara Beras’
Juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), Tricia McLaughlin, dengan cepat menuduh wanita itu menargetkan para agen. McLaughlin pun menuding korban telah "mempersenjatai" kendaraannya.
“Seorang petugas ICE, karena takut akan nyawanya, nyawa rekan-rekan penegak hukumnya, dan keselamatan publik, melepaskan tembakan untuk membela diri,” tulis McLaughlin dalam sebuah unggahan di platform media sosial X. Dia mengungkap insiden itu sebagai " aksi terorisme domestik".
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Wali Kota Minneapolis Jacob Frey termasuk di antara mereka yang dengan cepat menolak pembunuhan karakter tersebut. Frey, seorang Demokrat, mengatakan agen ICE telah menembak wanita itu dengan "sembrono". Dia menambahkan, agen imigrasi menyebabkan kekacauan di kota tersebut, lapor Al Jazeera.
“Mereka memisahkan keluarga. Mereka menabur kekacauan di jalanan kita dan dalam kasus ini, benar-benar membunuh orang,” kata wali kota dalam konferensi pers.
“Mereka sudah mencoba memutarbalikkan ini sebagai tindakan membela diri. Setelah melihat videonya sendiri, saya ingin memberi tahu semua orang secara langsung: Itu omong kosong.”




