Buronan Kasus Penipuan Kripto Internasional Chen Zhi Ditangkap di Kamboja

detik.com
1 hari lalu
Cover Berita
Jakarta -

Chen Zhi, buronan kasus dugaan penipuan kripto internasional ditangkap di Kamboja. Taipan terkemuka itu diduga memimpin operasi penipuan online besar-besaran.

Dilansir AP News Kamis (8/1/2026), Chen Zhi ditangkap Pemerintah Kamboja kemarin, Rabu (7/1) dan telah diekstradisi ke China. Chen Zhi diduga memimpin operasi penipuan online besar-besaran dan dicari oleh otoritas AS atas tuduhan kriminal terkait.

Kementerian Dalam Negeri Kamboja mengatakan Chen Zhi dan dua warga negara Tiongkok lainnya ditangkap dan diekstradisi setelah penyelidikan selama berbulan-bulan dan atas permintaan pihak berwenang Tiongkok. Chen memiliki kewarganegaraan ganda dan kewarganegaraan Kamboja-nya telah dicabut pada bulan Desember.

Chen, ketua Prince Holding Group Kamboja, pada Oktober 2025 lalu dituduh Departemen Keuangan AS dan Kantor Luar Negeri Inggris sebagai kepala jaringan kriminal transnasional yang menipu korban di seluruh dunia dan mengeksploitasi pekerja yang diperdagangkan.

Baca juga: Chen Zhi, Taipan Misterius Dituduh Dalangi Penipuan Kripto di Kamboja

Pusat-pusat penipuan telah berkembang di seluruh Asia Tenggara, merampas uang dari para korban dengan membujuk mereka untuk bergabung dalam skema investasi palsu. Menurut perkiraan dari Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan, korban penipuan di seluruh dunia kehilangan antara $18 miliar dan $37 miliar pada tahun 2023.

Dilansir BBC, Departemen Kehakiman AS sebelumnya mendakwa Chen atas tuduhan menjalankan jaringan penipuan di Kamboja, yang mencuri miliaran mata uang kripto dari para korban di seluruh dunia.

Departemen Keuangan AS menyita bitcoin senilai US$14 miliar (atau setara Rp232 triliun) yang disebut terkait dengannya. Depkeu AS menyebut ini adalah penyitaan mata uang kripto terbesar yang pernah ada.

Perusahaan miliknya, Cambodian Prince Group, menggambarkan Chen di situs sebagai "seorang pengusaha yang dihormati dan filantropis terkenal".

Visi dan kepemimpinan Chen telah mengubah Prince Group menjadi grup bisnis terkemuka di Kamboja yang mematuhi standar internasional.

Kaya mendadak

Dibesarkan di Provinsi Fujian di China tenggara, ia memulai kariernya dengan sebuah perusahaan gim internet kecil yang tidak terlalu sukses.

Chen lalu pindah ke Kamboja pada akhir 2010 atau 2011. Dia mulai bekerja di sektor real estate yang saat itu sedang booming.

Kedatangannya bertepatan dengan dimulainya ledakan properti spekulatif di Kamboja. Ledakan itu dipicu oleh tersedianya lahan-lahan luas yang dirampas oleh tokoh-tokoh berpengaruh dan memiliki koneksi politik, serta membanjirnya investasi dari China.

Sebagian besar investasi mengalir deras pada akhir Inisiatif Sabuk dan Jalan yang digagas Xi Jinping untuk mengekspor proyek infrastruktur bikinan China. Sebagian lagi berasal dari investor perorangan China yang mencari alternatif lebih terjangkau untuk pasar properti China yang sedang terpuruk.

Baca juga: Asia Tenggara Waspadai Penambangan Kripto




(whn/zap)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rakernas PDI-P Digelar Besok, Bahas Isu Lingkungan hingga Wacana Pilkada Lewat DPRD
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Trans Mamminasata Sulsel Berhenti Beroperasi: Bendera Putih Bus Merah-Kuning-Hitam
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Kasus Ade Kuswara, KPK Periksa Eks Kajari Kabupaten Bekasi
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Infografis 43 Negara Bebas Visa & Visa on Arrival untuk Paspor Indonesia
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Ada Ranger Kuning Antar MBG ke SDN 4 Cikupa, Siswa Antusias
• 4 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.