FAJAR, TORAJA UTARA- Dugaan Penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di Toraja bukan hanya isapan jempol semata.
Selain di beberapa titik di Tana Toraja, mulai dari Mengkendek, Sangalla, Makale, Saluputti, dan lainnya, juga kini marak di Toraja Utara.
Kini para Mafia yang menimbun BBM jenis solar mulai menyebar dan merata. Titik yang terbaru hasil pantauan FAJAR di Toraja Utara didekat Objek Wisata Londa.
Rutenya, masuk di wilayah jalan Londa, menemui perempatan belok kiri sekitar 200 meter.
Lalu disebelah kiri, tepat ada lumbung di samping rumah warga, disitulah lokasinya.
Bahkan, tak jauh dari lokasi tersebut ada 1 lagi tempat lokasi penimbunan.
Bahkan, FAJAR sempat melakukan dokumentasi ditempat tersebut.
Terpantau sejak Rabu 7 Januari – hingga Kamis 8 Januari 2026, pagi tadi, BBM diantarkan ke dua lokasi penimbunan tersebut.
Lokasi ketiga yang terpantau penimbunan BBM yang diduga ilegal adalah di Desa Lembang Tondon Matallo Lebani Dusun Tongkonan Nek Senda, Kecamatan Tondon.
Terpampang jelas dilokasi, juga alat penyimpanan BBM yang masih terisi full juga.
Dari hasil penelusuran selama sepekan terakhir, pemilik salah satu lokasi penimbunan di Lembang (desa) Tondon Matallo Lebani Dusun Tongkonan Nek Senda, Kecamatan Tondon adalah seorang warga sipil berinisial PTS, atau yang akrab disapa oleh warga sekitar PT.
Menurut warga setempat, lokasi tersebut juga sudah lama dijadikan tempat penimbunan BBM. Salah satu terduga oknum Aparat Penegak Hukum (APH), yang diduga kuat bermain (membekingi) berinisial MMP, atau yang akrab dipanggil MD.
Oknum terduga ini bertugas diwilayah hukum Tondon – Nanggala. Kapolres Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono hingga berita ini rilis, belum memberikan komentar mengenai hal ini.
Sekadar diketahui bahwa, lokasi – lokasi penimbunan BBM lainnya yang terpantau sebelumnya masih beroperasi hingga kini. Namun, sampai sekarang belum ada penindakan dari Aparat penegak Hukum, mengenai hal tersebut. (edy)





