Cuaca ekstrem berupa salju dan es melumpuhkan penerbangan di sejumlah negara Eropa pada Rabu (7/1) waktu setempat. Bandara Schiphol Amsterdam membatalkan sedikitnya 700 penerbangan. Akibatnya, lebih dari seribu penumpang menginap semalaman di bandara.
Kepada AFP, pihak Schiphol menyebut gangguan dipicu salju tebal dan angin kencang yang telah berlangsung enam hari. Bandara menyiapkan ratusan tempat tidur darurat serta menyediakan makanan dan sarapan bagi penumpang yang telantar.
“Ini adalah situasi yang luar biasa,” ujar juru bicara Schiphol, Stephan Donker. Dia menilai peristiwa ini sangat mengganggu salah satu pusat penerbangan tersibuk Eropa tersebut.
Maskapai Kerajaan Belanda, KLM mengatakan telah menerima pasokan baru 100 ribu liter cairan anti-es untuk penanganan badai salju ini. Sejak Jumat (2/1), sebagaimana dikutip Reuters, KLM menghabiskan sekitar 85 ribu liter per hari untuk membersihkan salju dan es dari pesawat.
Berdasarkan laporan AP News, cuaca ekstrem juga mengganggu transportasi darat di Belanda. Operator kereta api Nederlandse Spoorwegen (NS) mengimbau warga menunda perjalanan, sementara kemacetan di jalan raya mencapai lebih dari 700 kilometer akibat truk tergelincir dan salju tebal.
Gangguan perjalanan meluas ke Belgia, Spanyol, Jerman, hingga kawasan Balkan Barat. Di Kroasia, penumpang kereta terjebak lebih dari 12 jam akibat pohon tumbang di rel, sementara beberapa wilayah di Bosnia dan Serbia menetapkan status darurat.
Dampak cuaca ekstrem juga terasa di Prancis. Badai Goretti membawa salju lebat ke Paris sejak dini hari, memicu pembatalan lebih dari 100 penerbangan di Bandara Charles de Gaulle dan sekitar 40 penerbangan di Orly, kata Menteri Transportasi Prancis Philippe Tabarot.
Di tengah kekacauan, salju justru menjadi tontonan langka bagi warga dan wisatawan Paris. Sejumlah orang terlihat bermain seluncur salju hingga bermain ski di Montmartre dan taman Champs de Mars di dekat Menara Eiffel.
“Ini luar biasa, menakjubkan, dan kami menikmatinya,” demikian kata Pierre, warga Paris yang menikmati pemandangan bersalju tersebut sebagaimana dilaporkan Reuters.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5466948/original/083045600_1767858907-Longsor_Tangerang.jpg)



