Pemerintah India akhirnya memamerkan koleksi permata suci yang diyakini terkubur bersama relik Sang Buddha untuk pertama kalinya pada Sabtu (3/1). Ini menjadi momen bersejarah setelah benda tersebut dibawa keluar dari India pada era kolonial lebih dari satu abad lalu.
Koleksi yang dikenal sebagai Permata Piprahwa terdiri dari lebih dari 300 permata dan ornamen berharga. Nilai historis dan spiritualnya yang tinggi membuat koleksi ini ditaksir memiliki nilai fantastis.
Kementerian Kebudayaan India dalam pernyataannya menyebut pameran ini sebagai momen "reunifikasi" yang penting.
"Peristiwa bersejarah ini menandai penyatuan kembali permata relik Piprahwa milik Sang Buddha, yang direpatriasi setelah 127 tahun," ungkap Kementerian Kebudayaan India, mengutip AFP.
Ini adalah kali pertama permata tersebut diungkap ke publik sejak penggalian oleh Inggris pada 1898 yang membuat keberadaannya tersebar ke berbagai penjuru dunia.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang membuka pameran tersebut di New Delhi, menyebut hari itu sebagai momen spesial bagi mereka yang mencintai sejarah dan budaya.
Modi menambahkan, setelah penantian selama satu seperempat abad, warisan suci India akhirnya "pulang ke rumah".
Permata Suci Buddha Nyaris DilelangPerjalanan kembalinya permata ini cukup berliku. Permata tersebut ditemukan pada 1898 melalui penggalian yang dipimpin oleh insinyur kolonial Inggris, William Claxton Peppe, di situs stupa Piprahwa, negara bagian Uttar Pradesh.
Sebuah prasasti pada salah satu peti penemuan menyebut isinya sebagai relik Buddha, termasuk fragmen tulang. Meski sebagian besar temuan diserahkan ke pemerintah kolonial saat itu dan disimpan di Museum India di Kolkata, Peppe menyimpan sejumlah besar permata tersebut.
Cicit Peppe, Chris Peppe, mendaftarkan koleksi tersebut untuk dilelang di Sotheby's Hong Kong pada Mei 2025. Benda itu dibuka dengan harga awal Rp 20,1 triliun, dengan para ahli memprediksi nilainya bisa melonjak berkali-kali lipat mengingat nilai sejarahnya yang tak ternilai.
Namun, lelang tersebut batal terlaksana setelah Kementerian Kebudayaan India mengeluarkan perintah hukum yang menyatakan permata itu sebagai "warisan budaya dan agama yang tidak dapat dipisahkan dari India".
Permata tersebut akhirnya dibeli oleh konglomerat India, Godrej Industries Group, yang bekerja sama dengan pemerintah India untuk memulangkannya. Meski nilai transaksinya tidak diungkap, langkah ini dinilai sebagai penyelamatan aset budaya terbesar.
"Permata Piprahwa bukan sekadar artefak," kata Wakil Ketua Godrej, Pirojsha Godrej.
Pihak keluarga Peppe sendiri mengaku senang karena permata tersebut kini bisa dinikmati oleh publik luas. Pameran di New Delhi ini menggabungkan permata yang baru dipulangkan tersebut dengan harta karun lain yang selama ini disimpan di Museum India di Kolkata.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467340/original/025333700_1767873279-Persib_Vs_Persija.jpg)

