REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Teheran mengecam campur tangan Amerika Serikat dalam urusan dalam negeri di tengah protes di sejumlah kota Iran. Teheran pun menuding Washington bersikap bermusuhan terhadap rakyat Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran, dalam pernyataannya pada Rabu (7/1/2025), menilai AS menunjukkan perilaku menipu dan kebijakan bermusuhan terhadap Teheran, serta menolak pernyataan Washington terkait situasi domestik negara itu.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Pengeledahan di Kemenhut Diduga Terkait Nikel Konawe Utara, Penyidik Samakan Data dan Bawa Dokumen
- Pembongkaran Tiang Monorel Diperkirakan Sampai 3 Bulan, Aspek Keamanan dan Potensi Kemacetan Disorot
- Aksi Curanmor Gunakan Senjata Api Lukai Warga di Palmerah, Polisi Buru Pelaku
Pernyataan tersebut dikeluarkan menyusul komentar Presiden AS Donald Trump pada Jumat yang mengatakan Washington akan “'datang menyelamatkan' demonstran jika Teheran menggunakan kekuatan mematikan. Komentar Trump memicu kemarahan pejabat tinggi Iran
Mengacu pada konstitusi Iran, kementerian menyatakan aksi protes damai diakui secara resmi dan pemerintah berupaya menanggapi tuntutan sah masyarakat melalui kerangka hukum yang berlaku.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Iran menyebut sebagian besar persoalan ekonomi negara itu bersumber dari sanksi AS, yang dinilai telah menekan perdagangan, keuangan, dan kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan itu juga menuduh AS berupaya menghasut kekerasan dan terorisme melalui penyebaran informasi keliru, dengan memanfaatkan apa yang disebutnya perang ekonomi dan psikologis.
Iran diguncang protes luas dalam beberapa pekan terakhir seiring memburuknya kondisi ekonomi dan anjloknya nilai tukar rial, yang telah melampaui 1.350.000 per dolar AS.
Sejumlah insiden kekerasan juga dilaporkan terjadi antara demonstran dan aparat keamanan, meski otoritas menegaskan langkah pengamanan dilakukan sesuai hukum yang berlaku.


