Tangis Keluarga Pecah di Lokasi Banjir Bandang Sitaro, Dua Korban Masih Hilang

kompas.tv
1 hari lalu
Cover Berita
Basarnas Sulut, masyarakat, pemerintah kabupaten dan para pihak bahu membahu mencari dan menyelamatkan korban banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro. (Sumber: ANTARA/HO-Basarnas Sulut)

MANADO, KOMPAS.TV - Isak tangis keluarga pecah di lokasi banjir bandang yang melanda Kelurahan Bahu Kampung Sondang. Hingga Kamis (8/1/2026), tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap dua warga yang dilaporkan hilang akibat bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang wilayah Pulau Siau, Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.

Dua korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Adris Pianaung dan Leon Pianaung. Keduanya diduga tertimbun material longsoran berupa lumpur dan batu besar saat banjir bandang menerjang permukiman warga.

Keluarga korban berharap agar upaya pencarian segera membuahkan hasil. Mereka terus menunggu di sekitar lokasi pencarian, menyaksikan tim SAR bekerja di tengah medan berat yang masih dipenuhi material sisa banjir.

Baca Juga: Update Banjir Bandang Pulau Siau: Korban Meninggal Bertambah Jadi 17 Orang, Dua Masih Hilang

Tim SAR gabungan hingga kini masih memusatkan pencarian di Kelurahan Bahu Kampung Sondang, Kecamatan Siau Timur. Pencarian dilakukan menggunakan alat berat, anjing pelacak, serta peralatan manual yang tersedia.

Medan pencarian terbilang sulit karena longsoran batu besar dan lumpur tebal menutupi sejumlah titik. Meski demikian, tim SAR tetap melanjutkan operasi pencarian dengan mengutamakan keselamatan personel.

Hingga saat ini, jumlah korban meninggal dunia tercatat 17 orang, sementara dua korban tersebut masih dinyatakan hilang.

Update Terbaru dari Gubernur Sulawesi Utara

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menjelaskan, penanganan banjir bandang di Kepulauan Sitaro kini telah memasuki hari keempat masa tanggap darurat sejak bencana terjadi pada Senin dini hari, 5 Januari 2026.

“Ini memasuki hari keempat pascabencana dari tanggal 5 subuh ya dan kita sudah melakukan kegiatan-kegiatan evakuasi dan hospitalisasi termasuk rekonstruksi di mana korban yang meninggal itu ada 17 dan masih ada yang pencarian hilang dua orang dewasa,” kata Yulius dalam wawancara Kompas Siang.

Selain korban meninggal dan hilang, tercatat 26 orang mengalami luka-luka. Sebanyak 11 orang dirawat di puskesmas, lima orang dirawat di rumah sakit daerah, empat orang dirujuk ke Rumah Sakit Kandou Manado, sementara enam lainnya telah dinyatakan sembuh.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • banjir bandang Siau
  • korban hilang Sitaro
  • Kelurahan Bahu Siau
  • banjir Sulawesi Utara
  • pencarian korban banjir Siau
  • longsor Sitaro
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Kematian Diplomat Arya Daru
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Evaluasi Keras Allegri Usai AC Milan Ditahan Genoa: Soroti Mentalitas Terburu-buru dan Kurangnya Kematangan Taktis
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
FOMO Cari Kampus Masa Depan? UBSI Jadi Jawabannya di Indonesia Favorite Campus Expo 2026
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Cek Data: Menjawab Viktor Laiskodat, Benarkah Es Kutub Mencair Menambah Oksigen?
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kepala BGN Janji Upayakan Pencegahan Keracunan MBG
• 20 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.