Situs Minghui Falun Dafa pada 5 Januari merilis statistik kasus praktisi Falun Gong yang diketahui dijatuhi hukuman penjara secara ilegal sepanjang tahun 2025. Bersamaan dengan itu, Minghui juga menerbitkan rangkuman kegiatan penyebaran Falun Gong di luar negeri pada tahun 2025. Laporan tersebut menunjukkan bahwa Falun Gong diterima dan diakui secara luas di seluruh dunia, sementara hanya Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang terus memperberat penganiayaannya.
EtIndonesia. Menurut statistik terbaru Minghui, pada tahun 2025 diketahui sedikitnya 751 praktisi Falun Gong di Tiongkok daratan dijatuhi hukuman penjara secara ilegal oleh PKT. Di antaranya, 514 orang dihukum secara ilegal pada tahun 2025, sedangkan 237 orang lainnya dijatuhi hukuman pada tahun-tahun sebelumnya.
Kasus-kasus hukuman tersebut tersebar di 26 provinsi, daerah otonom, dan kota setingkat provinsi di Tiongkok daratan. Daerah yang paling parah terdampak adalah Provinsi Liaoning, Jilin, dan Shandong. Dari 751 praktisi tersebut, lebih dari setengahnya dijatuhi hukuman berat antara tiga hingga sepuluh tahun penjara. Selain itu, dari praktisi yang usia mereka diketahui, lebih dari 70 persen berusia antara 60 hingga 80 tahun.
“Dilihat dari usia para praktisi Falun Gong yang dijatuhi hukuman serta beratnya vonis yang dijatuhkan, banyak di antara mereka sudah lanjut usia namun tetap dijatuhi hukuman berat. Padahal, menurut hukum PKT sendiri, seharusnya mereka mendapatkan keringanan hukuman. Namun kenyataannya, hal itu sama sekali tidak diterapkan. Dari sini terlihat bahwa penindasan PKT terhadap Falun Gong semakin parah,” ujar Ketua Aliansi Pengacara Hak Asasi Manusia Luar Negeri, Wu Shaoping.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa pada tahun 2025 sedikitnya 68 pengacara membela praktisi Falun Gong di pengadilan dengan pledoi tidak bersalah. Mereka secara umum menegaskan bahwa: berlatih Falun Gong tidak melanggar hukum, menyampaikan kebenaran tentang penganiayaan Falun Gong tidak bersalah, dan bahwa PKT harus menghentikan hukuman ilegal terhadap para praktisi serta membebaskan mereka tanpa syarat.
“Lebih dari 60 pengacara masih berani berdiri dan bersuara membela praktisi Falun Gong, hal ini sangat mengharukan bagi saya. Ini menunjukkan bahwa mereka sangat jelas memahami bahwa praktisi Falun Gong sama sekali tidak melanggar hukum. Tidak peduli bagaimana PKT memfitnah atau menekan para pengacara yang menjunjung keadilan, mereka tetap tidak mampu membungkam suara keadilan di tengah rakyat Tiongkok,” ujar Komentator isu terkini yang bermukim di Amerika Serikat, Xing Tianxing.
Pada saat yang sama, Minghui juga merilis rangkuman kegiatan penyebaran Falun Gong di luar negeri sepanjang tahun 2025.
Saat Tahun Baru Imlek 2025, dalam parade Tahun Baru Lunar terbesar di kawasan Pantai Timur Amerika Serikat, praktisi Falun Gong tampil sebagai kelompok terbesar dan menjadi penutup acara.
Saat itu, Marching Band Tian Guo tampil megah dan penuh semangat, disertai barisan bendera warna-warni yang rapi, deretan spanduk yang panjang dan megah, tarian teratai yang anggun, serta tim genderang pinggang yang membangkitkan semangat, membuat para penonton terpukau.
Komentar penonton parade: “Sangat indah, lihat itu!” (bertepuk tangan)
“Sangat menggetarkan! Ini hanya bisa dilihat di sini, karena saya berasal dari Tiongkok daratan.”
“Skalanya luar biasa besar! Lebih besar dari kelompok mana pun. ‘Sejati, Baik, Sabar’ adalah nilai moral dasar, dan Falun Gong mengajarkan nilai-nilai dasar.”
“Luar biasa! Saya benar-benar kagum setinggi-tingginya! Sungguh menakjubkan.”
Menjelang dan pada 13 Mei, praktisi Falun Gong di berbagai negara mengadakan aksi damai dan pawai untuk merayakan Hari Falun Dafa Sedunia.
Chris Coons, seorang Senator AS dari Partai Demokrat dari Delaware, menghadiahkan kepada Li Hongzhi sebuah bendera Amerika yang dikibarkan di Gedung Kongres AS pada tanggal 13 Mei, dan mengeluarkan sebuah sertifikat.Untuk keempat kalinya, bendera Amerika Serikat dikibarkan di Gedung Kongres AS sebagai penghormatan kepada pendiri Falun Gong, Li Hongzhi, sekaligus merayakan Hari Falun Dafa Sedunia. Ratusan pejabat dan tokoh dari Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, Jerman, Inggris, Swedia, Irlandia, dan negara-negara lainnya mengirimkan surat ucapan selamat dan penghargaan kepada praktisi Falun Gong.
Pada Oktober, lebih dari 5.000 praktisi Falun Gong berkumpul di Monumen Chiang Kai-shek, Taipei, membentuk simbol Falun raksasa berukuran 90 meter × 87 meter, menampilkan keindahan dan kemuliaan Falun Gong, sekaligus mengungkapkan kebenaran tentang penganiayaan PKT terhadap Falun Gong kepada wisatawan dari berbagai negara.
Pada 18 Oktober 2025, lebih dari 5.000 praktisi Falun Gong dari Taiwan, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Korea, Hong Kong, dan daerah lainnya membentuk gambar raksasa “Simbol Falun” serta tulisan ‘Falun Changzhuan’ (Roda Fa Berputar Selamanya) di Liberty Square, Balai Peringatan Chiang Kai-shek, Taipei. Pemandangannya begitu khidmat dan megah, menyampaikan keindahan Falun Dafa kepada masyarakat Taiwan. (Sung Pi-lung/The Epoch Times)Seorang wisatawan asal Inggris mengatakan: “Di Inggris, kami sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia, oleh karena itu kami mendukung segala hal yang memungkinkan orang bertindak sesuai hati nurani dan kehendak mereka.”
Meski PKT terus melakukan penganiayaan, Falun Dafa kini telah menyebar ke lebih dari 110 negara dan wilayah di dunia. Sepanjang tahun 2025, praktisi Falun Gong di berbagai negara secara damai dan rasional menyampaikan kebenaran melalui pawai dan kegiatan publik, serta memperoleh pengakuan dari masyarakat arus utama.
Wu Shaoping menambahkan: “Dari sini jelas terlihat bahwa penindasan tersebut bersifat ilegal. Jika lebih dari 100 negara di dunia membolehkan dan menerima Falun Gong, mengapa di Tiongkok tidak boleh? Tidak mungkin mengatakan bahwa 110 negara salah, sementara PKT yang benar.”
Seorang praktisi Falun Gong di Kanada, karena kegigihannya dalam menyampaikan kebenaran, dianugerahi Medali Penobatan Raja. Selain itu, praktisi Falun Gong juga diundang untuk berbicara pada Sidang ke-58 Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengungkap kebenaran tentang penganiayaan bersifat pemusnahan yang dilakukan PKT.
Xing Tianxing menyimpulkan: “Ini merupakan kontras yang sangat tajam dengan situasi di Tiongkok daratan. Falun Gong, sebagai kelompok masyarakat sipil yang tidak bersenjata, selama bertahun-tahun menghadapi mesin kekerasan PKT dan terus ditekan, namun tetap mampu berkembang dan membesar. Inilah yang membuat banyak orang mengaguminya, karena menunjukkan kekuatan iman yang luar biasa—sebagai sebuah kebenaran, ia semakin diterima oleh semakin banyak orang.”
Falun Gong juga mendapat dukungan luas dari masyarakat daratan Tiongkok. Menjelang Tahun Baru 2026, banyak warga daratan mengirimkan kartu ucapan dan salam Tahun Baru melalui Minghui kepada pendiri Falun Gong, Master Li Hongzhi, sebagai ungkapan terima kasih atas anugerah penyelamatan hidup yang mereka rasakan dari Falun Dafa. (Hui)
Shang Yan/Chang Chun/Wu Ming





