JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperketat pengawasan terhadap mutu makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga awal Januari 2026, sebanyak 4.535 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur produksi di seluruh Indonesia dinyatakan telah lulus sertifikasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
BACA JUGA:Kompak! Komisi III DPR Sepakat Polri Tetap Berada di Bawah Presiden
BACA JUGA:BORONG! 50 Kode Redeem FF Hari Ini 8 Januari 2026 dari Garena, Cek Hadiah Bundle, Emote hingga Skin Eksklusif!
Langkah ini diambil untuk menjamin bahwa jutaan porsi makanan yang dibagikan setiap harinya memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan yang ketat.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menjelaskan bahwa peran Kemenkes dalam program nasional ini berfokus pada fungsi pengawasan lapangan.
Kerja sama erat dijalin antara Badan Gizi Nasional dengan Dinas Kesehatan di tingkat daerah untuk memantau proses produksi secara real-time.
"Tugas kami adalah menjaga mutu. Melalui Ibu-ibu dari Kemenkes yang mengawal di lapangan, akhirnya terbitlah sertifikat 'Laik Higiene' (SLHS) tersebut," ujar Wamenkes Benjamin dalam keterangannya di SMKN 1 Jakarta, Kamis 8 Januari 2026.
BACA JUGA:Sakit Kepala Bikin Nyut-Nyutan? Hindari 7 Kebiasaan yang Sering Diremehin
BACA JUGA:Jadwal Bioskop Trans TV Hari Ini 8 Januari 2026 Lengkap Sinopsis, Nonton Film Horor-Aksi
Proses Ketat Lewat Laboratorium
Angka 4.535 dapur yang tersertifikasi ini bukan sekadar urusan administratif. Prosesnya melibatkan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari kebersihan tempat pengolahan hingga uji laboratorium terhadap sampel makanan.
Pihak Kemenkes menegaskan tidak ada toleransi bagi dapur yang belum memenuhi standar.
Jika ditemukan fasilitas yang dianggap belum layak atau hasil uji lab yang meragukan, pengelola dapur diwajibkan melakukan perbaikan total sebelum diizinkan beroperasi kembali untuk melayani masyarakat.
"Ini penting karena kita melayani 55,1 juta penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil. Angka ini luar biasa besar, sehingga aspek keamanan tidak boleh main-main," tambahnya.
BACA JUGA:8 Film Horor Indonesia Tayang Januari 2026 di Bioskop Lengkap Sinopsis, Buto Ijo dan Kuyank Siap Teror Penonton!
BACA JUGA:Tips Pakai Skincare Anti Aging untuk Usia 30 Tahun ke Atas, Jangan Skip Serum!
Cakupan Meluas Hingga Guru dan Pegawai
Selain soal keamanan pangan, muncul kabar baik mengenai perluasan penerima manfaat. Sesuai dengan arahan terbaru, program MBG kini tidak hanya menyasar para murid, tetapi juga direncanakan menyentuh para guru dan pegawai sekolah yang selama ini ikut mengawal jalannya kegiatan belajar mengajar.
Program yang baru saja genap satu tahun pada 6 Januari kemarin ini memang menunjukkan progres yang signifikan.
Dari target awal tahun 2025 yang hanya 6 juta penerima, kini melonjak drastis hingga melayani 55,1 juta jiwa per hari.
Respons Positif dari Sekolah
Di sisi lain, keamanan dan kelezatan makanan ini diakui langsung oleh para siswa. Tasya, Ketua OSIS SMKN 1 Jakarta, mengungkapkan bahwa selama ini jarang sekali ditemukan keluhan terkait makanan yang mereka terima.
BACA JUGA:Intip Tren Skincare 2026: Gak Cuma Glowing, Kulit Awet Muda Jadi Impian
BACA JUGA:6 Contoh Proposal Isra Miraj 2026 Lengkap Biaya Anggaran untuk Masjid dan Sekolah
"Alhamdulillah makanannya bergizi dan enak. Kalaupun ada masukan, pihak dapur langsung gerak cepat melakukan koreksi. Kami jadi merasa aman mengonsumsinya setiap hari," tutur Tasya.
Dengan adanya sertifikasi dari Kemenkes ini, pemerintah berharap kepercayaan orang tua siswa terhadap program Makan Bergizi Gratis semakin meningkat, sekaligus memastikan target menuju generasi emas Indonesia tetap berada di jalur yang benar.





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467284/original/085184900_1767869292-9.jpg)