Banjir Susulan Rendam Lima Kecamatan di Aceh Timur, Aktivitas Warga Lumpuh

pantau.com
1 hari lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur melaporkan bahwa banjir susulan kembali merendam lima kecamatan akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu malam, 7 Januari 2026.

"Curah hujan cukup tinggi menyebabkan air sungai kembali meluap. Ketinggian air mencapai sedada orang dewasa di beberapa lokasi," ujar Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Timur, Afifullah.

Permukiman dan Fasilitas Umum Terendam, Warga Kembali Terdampak

Lima kecamatan yang terdampak banjir susulan meliputi Pante Bidari, Indra Makmu, Banda Alam, Julok, dan Rantau Selamat.

Banjir menyebabkan lumpuhnya aktivitas masyarakat, dengan sejumlah ruas jalan desa tergenang dan menyulitkan warga untuk beraktivitas, termasuk menuju tempat kerja dan sekolah.

"Genangan banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga akses jalan antardesa, serta sejumlah fasilitas umum. Banjir susulan ini juga berdampak pada aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat," tambah Afifullah.

Banjir ini terjadi ketika sebagian wilayah Aceh Timur masih dalam tahap pemulihan dari banjir sebelumnya yang melanda pada akhir November 2025.

"Sejumlah warga sempat membersihkan rumah dan lingkungan mereka, kini kembali harus menghadapi genangan air yang masuk ke rumah," jelasnya.

BPBD Siagakan Tim Gabungan, Evakuasi Disiapkan

BPBD Aceh Timur bersama unsur terkait telah menurunkan tim ke lapangan untuk memantau dan mendata dampak banjir serta memastikan keselamatan warga.

Tim gabungan juga disiagakan untuk melakukan evakuasi apabila ketinggian air meningkat dan mengancam keselamatan penduduk.

"Kami terus memantau di wilayah terdampak banjir susulan. Jika air terus naik, evakuasi segera dilakukan, terutama terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil," tegas Afifullah.

Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan bantaran sungai diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau informasi cuaca.

"Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan aktivitas di area yang tergenang dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan," ujarnya.

BPBD juga meminta masyarakat untuk segera melapor kepada aparat desa atau petugas jika terjadi peningkatan debit air yang signifikan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemlu: WNI Ditangkap di Yordania, Diduga Dukung ISIS
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
PSIM Masih Pincang saat Tantang Madura United di Laga Penutup Putaran Pertama BRI Super League
• 5 jam lalubola.com
thumb
Guyur Bonus ke Atlet SEA Games, Purbaya Rogoh dari APBN
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
TMMIN: Toyota Veloz Hybrid Diminati Negara Tujuan Ekspor
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Bos OJK Minta Pemerintah Segera Terbitkan Relaksasi KUR untuk Korban Bencana Sumatera
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.