Sebuah gang sempit di Penjaringan, Jakarta Utara, menjadi ruang latihan akrobatik dadakan pada Rabu (8/1).
Tanpa matras profesional atau fasilitas mewah, anak-anak berlatih salto dan tendangan dibawah bimbingan Yoga Ardian, yang merupakan pendiri komunitas Indosalto.
Indosalto lahir di masa pandemi COVID-19, ketika aktivitas Yoga sebagai pelatih terhenti. Ia tetap berlatih sendiri di rumah, hingga menarik perhatian anak-anak sekitar.
Rasa penasaran membuat anak-anak di lingkungan itu ikut mencoba. Dari satu anak, jumlahnya terus bertambah, membentuk komunitas kecil yang tumbuh secara alami.
Dengan peralatan seadanya dan ruang terbatas, Yoga merancang latihan yang aman dan bertahap.
Dalam waktu singkat, anak-anak yang awalnya hanya menonton mulai mampu melakukan berbagai gerakan akrobatik. Latihan ini tidak hanya sekadar latihan fisik, namun juga untuk menumbuhkan rasa percaya diri.
Yoga tak menargetkan mereka menjadi atlet, namun ingin membuka kemungkinan baru lewat keterampilan. Di gang sempit itu, Indosalto menjadi bukti bahwa keterbatasan ruang tak pernah membatasi mimpi.





