Jakarta: Owner pabrik rokok (PR) Cahaya Pro Fathor Rosi mengajak para pengusaha industri hasil tembakau (IHT) di Madura bangkit dan maju bersama. Hal itu mengingat pertumbuhan industri hasil tembakau (IHT) di Madura tumbuh pesat.
"Dampak berganda (multiplier effect) juga dirasakan, mulai dari serapan bahan baku tembakau dari para petani setempat, serapan tenaga kerja (padat karya), peningkatan pendapatan daerah hingga penerimaan negara dari sektor cukai hasil tembakau," ungkap Fathor, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 8 Januari 2026.
Menurut Fathor, IHT adalah salah satu tulang punggung penerimaan negara, dan bagi daerah seperti Madura, ini sangat krusial khususnya bagi kelangsungan roda perekonomian daerah dan pekerja sektor tembakau.
"Silakan pemerintah pusat tegak lurus itu, jangan membunuh industri tembakau, tapi tolong industri tembakau ini dibina. Tidak hanya Cahaya Pro yang ingin maju. Kita juga ingin maju bersama," tegas dia.
Baca juga: Kemenkeu: Naik 4,5%, Setoran Bea Cukai Capai Rp269 Triliun
(Owner Pabrik Rokok Cahaya Pro Fathor Rosi. Foto: dok Istimewa)
Kontribusi cukai IHT terbesar se-Madura
Fathor juga menyampaikan pesan pada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak agar pemerintah pusat melakukan pembinaan ke para pengusaha IHT di Madura. "Tolong disampaikan kepada pemerintah pusat, agar supaya Madura ini dibina. Karena Madura ini tinggal pembinaan saja, insyaallah, Madura tidak akan malu-maluin," tutur dia.
Dijelaskan, kontribusi cukai IHT PR Cahaya Pro pada 2025, merupakan yang tertinggi di Pulau Madura. "Sebetulnya, kontribusi terbesar dari tahun 2015 itu. Alhamdulillah, Cahaya Pro selalu nomor satu di Madura," kata Fathor.
Ia berharap para pemangku kebijakan terus hadir membina industri rokok lokal agar tetap kondusif dan berdaya saing. Menurut dia, peran pemerintah sangat penting dalam menciptakan iklim usaha yang sehat serta mendorong peningkatan ekonomi masyarakat Madura.
"Pemerintah harus hadir membina, bukan membinasakan. Industri rokok di Madura punya potensi besar, baik untuk serapan tenaga kerja maupun kesejahteraan petani tembakau. Jangan sampai Madura dicap sebagai sarang rokok ilegal," jelas dia.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467411/original/086755500_1767879046-Prabowo.jpg)

