Pengusaha Dorong Perekonomian Daerah dan Kesejahteraan Pekerja Tembakau

metrotvnews.com
21 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Owner pabrik rokok (PR) Cahaya Pro Fathor Rosi mengajak para pengusaha industri hasil tembakau (IHT) di Madura bangkit dan maju bersama. Hal itu mengingat pertumbuhan industri hasil tembakau (IHT) di Madura tumbuh pesat.

"Dampak berganda (multiplier effect) juga dirasakan, mulai dari serapan bahan baku tembakau dari para petani setempat, serapan tenaga kerja (padat karya), peningkatan pendapatan daerah hingga penerimaan negara dari sektor cukai hasil tembakau," ungkap Fathor, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 8 Januari 2026.

Menurut Fathor, IHT adalah salah satu tulang punggung penerimaan negara, dan bagi daerah seperti Madura, ini sangat krusial khususnya bagi kelangsungan roda perekonomian daerah dan pekerja sektor tembakau.

"Silakan pemerintah pusat tegak lurus itu, jangan membunuh industri tembakau, tapi tolong industri tembakau ini dibina. Tidak hanya Cahaya Pro yang ingin maju. Kita juga ingin maju bersama," tegas dia.
  Baca juga: Kemenkeu: Naik 4,5%, Setoran Bea Cukai Capai Rp269 Triliun

(Owner Pabrik Rokok Cahaya Pro Fathor Rosi. Foto: dok Istimewa)
  Kontribusi cukai IHT terbesar se-Madura
Fathor juga menyampaikan pesan pada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak agar pemerintah pusat melakukan pembinaan ke para pengusaha IHT di Madura. "Tolong disampaikan kepada pemerintah pusat, agar supaya Madura ini dibina. Karena Madura ini tinggal pembinaan saja, insyaallah, Madura tidak akan malu-maluin," tutur dia.

Dijelaskan, kontribusi cukai IHT PR Cahaya Pro pada 2025, merupakan yang tertinggi di Pulau Madura. "Sebetulnya, kontribusi terbesar dari tahun 2015 itu. Alhamdulillah, Cahaya Pro selalu nomor satu di Madura," kata Fathor.
 
Ia berharap para pemangku kebijakan terus hadir membina industri rokok lokal agar tetap kondusif dan berdaya saing. Menurut dia, peran pemerintah sangat penting dalam menciptakan iklim usaha yang sehat serta mendorong peningkatan ekonomi masyarakat Madura.

"Pemerintah harus hadir membina, bukan membinasakan. Industri rokok di Madura punya potensi besar, baik untuk serapan tenaga kerja maupun kesejahteraan petani tembakau. Jangan sampai Madura dicap sebagai sarang rokok ilegal," jelas dia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Permintaan EV Lesu, LG Energy Solution Proyeksi Rugi Rp1,4 Triliun di Akhir 2025
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Syarat dan Biaya Bikin Paspor untuk Anak di Bawah 17 Tahun
• 10 jam laluinsertlive.com
thumb
Prabowo Akan Naikkan Bonus untuk Peraih Medali Emas di Asian Games: Saya Cek Menteri Keuangan
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Kylie Jenner Jadi Inspirasi, Cara Mendapatkan Bibir Cantik dan Penuh
• 2 jam lalugenpi.co
thumb
Teror atas Kritik dan Rapuhnya Ruang Demokrasi
• 7 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.