JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan akan menutup Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak sesuai standar.
Penutupan SPPG akan dilakukan setelah lebih dulu memberikan peringatan hingga tiga kali soal standar dapur MBG, di antaranya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Hal itu disampaikan Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang saat meninjau program MBG di SMK Negeri 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026), sebagaimana dikutip dari Antara.
“Kita juga akan keluarkan dalam waktu dekat petunjuk teknis (juknis) yang keras mengenai dapur-dapur yang tidak sesuai standar,” ucap Nanik.
“Kami akan memberikan peringatan kesatu, kedua, dan ketika peringatan ketiga, kami akan tutup. Nah, itu antara lain sikap keras kita, sebentar lagi akan diluncurkan juknisnya.”
Baca Juga: Mensesneg Prasetyo: Tahun 2026, SPPG akan Melayani 82,9 Juta Penerima Manfaat MBG
Nanik mengatakan, standar yang ditetapkan BGN diterapkan karena pihaknya menargetkan nol insiden keamanan pangan untuk MBG di 2026. Hingga saat ini, kata dia, kasus keracunan pangan semakin berkurang di tiap-tiap SPPG.
“Kami akan bekerja keras untuk meminimalisasir. Alhamdulillah dari September 2025 luar biasa kalau dilihat, semakin ke sini, semakin berkurang (insiden keracunan),” katanya.
“Karena kita ketatkan SLHS itu wajib karena kemarin banyak ditemukan e-coli di udara. Air sekarang harus menggunakan air galon merek, maksudnya terjamin tidak ada bakterinya.”
Terpisah, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan, hingga Januari 2026, tercatat 4.535 SPPG yang melayani program MBG telah lulus SLHS.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- bgn
- mbg
- makan bergizi gratis
- bgn tutup sppg
- sppg tidak sesuai standar
- SPPG




