Gresik (beritajatim.com)- Gresik United kembali menelan kekalahan. Kali ini ditumbangkan Persekabpas Pasuruan dengan skor tipis 0-1 yang digelar di Lapangan Thor Surabaya, Kamis (8/1/2026). Gol semata wayang Persekabpas dicetak Muntasir melalui titik pinalti menit ke 55.
Imbas kekalahan itu memicu reaksi ratusan komentar negatif di Instagram @gresikunited. Di kolom komentar unggahan terbaru Gresik United, bernada kritik tajam membanjiri postingan tersebut. Banyak netizen menyoroti performa pemain yang dinilai tidak berkembang, strategi pelatih yang dianggap monoton, hingga manajemen tim yang dinilai gagal membangun skuad kompetitif.
“Kalah terus sampek mlebu liga 4,” tulis akun @fitrah_akbar.
Hal yang sama disampaikan @ramadhanqiqiii. Dalam komentarnya dirinya menulis ‘aku sedih loh lihat kamu kalah trus gres, ayo nangis bareng ae gres,” ujarnya.
Tak sedikit pula suporter yang mengaku kecewa karena hasil buruk ini terus berulang, meski dukungan tetap diberikan.Beberapa fans bahkan meminta adanya perombakan besar-besaran demi menyelamatkan prestasi klub kebanggaan masyarakat Gresik tersebut.
Kekalahan atas Persekabpas ini semakin menyakitkan. Terlebih lagi, pemain Gresik United kembali terkena kartu merah dan bermain 10 pemain.
Menanggapi kekalahan demi kekalahan di kompetisi Liga 3. Pelatih Gresik United, Andik Ardiansyah mengatakan, timnya masih belum beruntung.
“Sebenarnya kita sudah antisipasi cara mainnya Persekapas, dari menit sampai babak pertama kita sudah paham, ya. Terus akhirnya kita kecolongan di awal babak kedua, setelah itu kita coba berubah, ya itu tadi kita enggak bisa memanfaatkan peluang,” katanya.
Mantan pemain timnas U-22 ini juga mengomentari kinerja wasit. Menurutnya, ada beberapa momen yang harusnya jalan, tiba-tiba berhenti.
“Terus ada beberapa tadi pelanggaran lawan juga enggak dikasih peringatan atau kartu seperti apa. Jadi, banyak merugikan. Akhirnya pemain kami terpancing emosi dan kita akhirnya main dengan 10 pemain tadi,” ungkapnya.
Sementara itu, pemain depan Gresik United, Wahyu Agung juga tidak bisa menutupi kekecewaan atas hasil buruk ini. Awal babak pertama, hujan membuat permainan sedikit berpengaruh.
“Babak pertama tadi kita banyak menyerang, bolanya macet-macet karena banjir. Kami lebih memanfaatkan peluang, kayak umpan-umpan through pass atau apa, bolanya kan stop. Nah, itu kesulitan babak pertama,” urainya.
Hasil ini membuat Gresik United tertahan di peringkat lima klasemen sementara grup D. Hanya mengoleksi 12 poin, membuat posisi Gresik United terancam terjun bebas ke liga 4. [dny/aje]


