Pasar Induk Kramat Jati Siapkan Pengelolaan Sampah Skala Industri

republika.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengelola Pasar Induk Kramat Jati menyiapkan rencana pengelolaan sampah berbasis teknologi dengan skala industri untuk menangani persoalan sampah secara berkelanjutan. Langkah ini dinilai mendesak seiring besarnya volume sampah harian yang dihasilkan kawasan pasar tersebut.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

Manajer Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun mengatakan, pengelolaan sampah harus dilakukan dalam skala industri agar dampaknya benar-benar terasa. Menurut Agus, teknologi berskala kecil tidak akan signifikan jika dibandingkan dengan jumlah sampah yang diproduksi setiap hari.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Kalaupun ada pengelolaan dan teknologi, skalanya harus skala industri. Kalau kecil, hasilnya tidak akan terlihat signifikan dibandingkan dengan volume sampah harian di Pasar Induk Kramat Jati,” kata Agus di Jakarta Timur, Kamis.

Agus menjelaskan, pengelola pasar terus mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah yang kerap menumpuk. Pengolahan sampah menjadi fokus utama karena menyangkut dampak lingkungan dan kenyamanan aktivitas di kawasan pasar.

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

Ia mengakui kapasitas sampah yang dihasilkan Pasar Induk Kramat Jati tergolong sangat besar. Kondisi ini menuntut sistem pengelolaan yang komprehensif dan terintegrasi agar penanganannya tidak bersifat sementara.

“Ini juga salah satu upaya dan cara agar penanganan sampah di Pasar Induk bisa tertangani segera. Namun, memang harus kami akui, kapasitas sampah yang ada di sini cukup besar,” ujar Agus.

Saat ini, pengelolaan sampah baru dilakukan dalam skala kecil dengan mengolah sebagian sampah organik menjadi pupuk. Namun, kapasitas pengolahan tersebut baru mencapai sekitar satu ton per hari dan dinilai belum memadai.

“Skala kecil sudah kami lakukan, yaitu pengelolaan sampah menjadi pupuk. Tapi itu baru sekitar satu ton saja. Dengan jumlah sampah yang setiap hari sangat besar, tentu ini belum cukup,” kata Agus.

Untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan, Pasar Induk Kramat Jati berencana menggandeng lembaga akademik. Dalam waktu dekat, pengelola pasar akan menjalin kerja sama dengan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung.

Kerja sama tersebut akan memanfaatkan teknologi Masaro, teknologi pengolahan sampah yang dikembangkan peneliti ITB dan dirancang untuk menangani sampah secara menyeluruh. Saat ini, rencana tersebut masih berada pada tahap pendalaman dan kajian teknis.

“Untuk skala besar, dalam waktu dekat kami akan melakukan kerja sama dengan LAPI ITB menggunakan teknologi Masaro. Saat ini masih dalam tahap proses pendalaman,” ujar Agus.

Ia berharap penerapan teknologi ini dapat mengurangi penumpukan sampah secara bertahap dan berkelanjutan. Dengan begitu, dampak lingkungan dan gangguan bagi warga sekitar pasar dapat ditekan.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penghentian Total Bantuan AS ke Somalia, Imbas Dugaan Penyelewengan Bantuan Pangan
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Munas Pemuda Hidayatullah Soroti Peran Strategis Generasi Muda Indonesia
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Richard Lee Sakit Usai 8 Jam Diperiksa, Polisi Tunda BAP
• 15 jam lalueranasional.com
thumb
Target 5 Hari Sudin Lingkungan Hidup Jaktim Atasi Lonjakan Sampah Pasar Induk Kramat Jati
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Regulasi Baru, Harapan Lama: Kesejahteraan Dosen Masih Buntu
• 13 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.