Dua Korban Banjir Bandang Kepulauan Sitaro Masih Dalam Pencarian

metrotvnews.com
21 jam lalu
Cover Berita

Memasuki hari keempat proses pencarian dan evakuasi pasca-banjir bandang yang melanda Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Tim SAR gabungan masih terus berupaya menemukan korban yang dinyatakan hilang. Hingga Kamis sore, 8 Januari 2026, tercatat belasan warga menjadi korban jiwa dalam musibah tersebut.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Manado, Ida Bagus Ngurah Asrama, melaporkan bahwa berdasarkan data terbaru sebanyak 17 orang meninggal dunia. Sementara itu, dua orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim di lapangan.

"Sampai sore ini, korban meninggal tetap 17 orang dan dua orang masih dalam proses pencarian di hari keempat ini," ujar Ida Bagus dalam keterangannya.

Selain mengakibatkan korban jiwa, bencana ini juga memaksa ratusan warga untuk meninggalkan rumah mereka. Berdasarkan data dari pemerintah daerah setempat, sebanyak 691 jiwa kini berada di beberapa titik pengungsian. Pemerintah daerah memastikan bahwa penanganan logistik dan kebutuhan para pengungsi telah mulai teratasi.

Wilayah yang terdampak paling parah dilaporkan berada di Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, serta beberapa kecamatan lainnya di Kepulauan Sitaro.
  Baca juga: Basarnas Sulut Bagikan Internet Gratis untuk Korban Banjir Bandang di Sitaro
Proses evakuasi dan pembukaan akses jalan menghadapi tantangan berat. Ida Bagus menjelaskan bahwa material longsoran yang dibawa banjir bandang didominasi oleh batu-batu berukuran besar, yang menghambat pergerakan alat berat maupun personel dalam mencari korban.

Selain faktor medan, kondisi cuaca yang sering mendung dan turun hujan di lokasi bencana juga menjadi kendala utama bagi tim gabungan di lapangan. Meski demikian, tim berhasil membuka sebagian besar akses jalan yang sebelumnya tertutup material banjir.

"Hambatan yang kami hadapi adalah cuaca yang sering hujan dan material longsoran berupa batu-batu besar. Namun saat ini, semua akses sudah berhasil dibuka oleh semua unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana," tambahnya.

Banjir bandang ini juga menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur publik, termasuk Mapolres Sitaro, rumah warga, dan fasilitas umum lainnya. Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur mulai fokus melakukan pembersihan material lumpur di rumah-rumah warga dan area fasilitas publik di titik-titik yang aksesnya sudah terbuka.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Perut Isinya Sekilo Sabu, Aksi Gila Pasutri Pakistan Telan 159 Kapsul Demi Lolos di Bandara Soetta
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Selain Rizki Juniansyah, Atlet Taekwondo Peraih Emas Juga Naik Pangkat
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Bandung jadi Primadona Wisatawan, Pemkot Siapkan Solusi Parkir dan Sampah
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Makanan yang Bantu Kencangkan Kulit Wajah di Usia 40-an
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pasar Estetika Indonesia Menuju Rp23 Triliun, Dermies Max Buka Flagship Paling Hype di Kemang
• 10 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.