REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Direktur NEXT Indonesia Center Herry Gunawan menilai hadirnya Kompleks Haji di Makkah, Arab Saudi, akan menciptakan multiplier effect (efek berganda) bagi perekonomian di Tanah Air. Salah satunya, kata dia, akan membuka peluang penyerapan tenaga kerja.
Ia mencontohkan, ekosistem penyediaan makanan atau konsumsi untuk jamaah haji apabila dikerjakan secara baik maka berpotensi melibatkan pemasok dari Indonesia, terutama untuk kebutuhan dapur.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Darimana 'Pramugari Gadungan' Dapat Seragam dan Atribut Maskapai? Ini Penjelasan dari Batik Air
- Trump: Saya tidak Butuh Hukum internasional
- Polda Banten Perkuat Swasembada Pangan lewat Panen Raya Jagung
“Misalnya, dari lauk-pauk seperti ikan dan tempe sampai bumbu dapur. Ini peluang yang besar, sehingga berdampak juga pada penyerapan tenaga kerja di tanah air,” ujar Herry saat dihubungi di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Sementara itu, bagi jamaah haji, dia mengatakan, akan lebih merasakan kenyamanan karena seolah-olah berada di kampung halaman sendiri, dengan makanan yang tersedia sesuai dengan selera masyarakat Indonesia.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
“Efek pengganda ini jangan dilupakan. Ini punya nilai ekonomi dan sosial yang lebih besar ketimbang dari sekadar pengembalian investasi yang diterima dari proyek akomodasi kampung haji di Arab Saudi,”ujar Herry.
Menurut dia, proyek ini sangat strategis bagi Danantara maupun perekonomian nasional karena jemaah haji Indonesia merupakan yang terbesar dibandingkan negara lain, dengan triliunan rupiah belanja jamaah yang mencakup akomodasi dan lainnya selama ini menjadi devisa Arab Saudi.
“Dengan kehadiran proyek Kampung Haji yang dikelola oleh entitas usaha atau badan milik Indonesia, maka belanja yang dikeluarkan oleh jamaah haji akan kembali ke Indonesia sebagai hasil investasi yang dilakukan oleh Danantara,” ujar Herry.




