Pendukung Manchester United Berencana Gelar Demonstasi Besar-Besaran

mediaindonesia.com
20 jam lalu
Cover Berita

GELOMBANG kemarahan pendukung Manchester United kembali memuncak. Kelompok suporter berpengaruh, The 1958, secara resmi merencanakan aksi protes besar-besaran terhadap kepemilikan klub yang dituding telah mengubah raksasa Liga Primer Inggris tersebut menjadi sebuah "sirkus".

Aksi protes ini dijadwalkan berlangsung sebelum laga kandang melawan Fulham pada 1 Februari mendatang. 

Langkah ini diambil menyusul kekecewaan mendalam terhadap kinerja pemilik minoritas, Sir Jim Ratcliffe, serta manajemen klub yang dianggap tidak kompeten dalam mengelola transisi teknis tim.

Tudingan "Sirkus" dan Kegagalan Manajemen

Dalam pernyataan resminya, kelompok The 1958 melontarkan kritik tajam terhadap gaya kepemimpinan Ratcliffe yang dinilai gagal membawa perubahan positif meski telah melakukan perombakan besar di balik layar.

"Setelah terhuyung-huyung dari satu bencana ke bencana lainnya, Ratcliffe terlihat seperti badut tidak kompeten yang mengubah klub menjadi sirkus," tulis pernyataan tersebut. "Alih-alih menjadi yang terbaik di kelasnya , kita justru menjadi bahan tertawaan."

Kekecewaan suporter tidak hanya dipicu oleh hasil di lapangan, tetapi juga keputusan strategis yang dianggap plin-plan. 

Manajemen dikritik keras karena sempat mempertahankan Erik ten Hag musim lalu, memberinya dana belanja 200 juta pound sterling, namun memecatnya hanya sembilan laga berselang. 

Pola serupa terulang pada Ruben Amorim, yang baru saja diberhentikan setelah United hanya mampu finis di posisi ke-15 musim lalu.

Krisis di Dalam dan Luar Lapangan

Kondisi internal klub saat ini digambarkan sedang berada di titik nadir. 

"Di atas lapangan, kita menyaksikan performa medioker dari tim rata-rata yang hanyut tanpa identitas, arah, atau ambisi. Di luar lapangan, kekacauan bahkan lebih buruk," ungkap pernyataan The 1958.

Selain masalah prestasi, Ratcliffe juga menghadapi gelombang protes terkait kebijakan efisiensi biaya yang ekstrem. Langkah-langkah seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan staf serta kenaikan harga tiket musiman semakin memperkeruh hubungan antara pemilik dan basis masa suporter.

Di sisi lain, pihak yang dekat dengan Ratcliffe membela sang miliarder dengan menunjuk investasi pribadi sebesar 250 juta pound sterling yang ia kucurkan untuk merenovasi pusat latihan Carrington sebagai bukti komitmen jangka panjangnya.

Pencarian Manajer Interim

Saat ini, kendali tim utama Manchester United berada di tangan Darren Fletcher sebagai pelatih interim. Meski manajemen terkesan dengan kepemimpinan Fletcher saat Setan Merah bermain imbang 2-2 melawan Burnley, pencarian sosok pelatih sementara (caretaker) hingga akhir musim terus berjalan.

Dua nama mantan ikon klub, Ole Gunnar Solskjaer dan Michael Carrick, muncul sebagai kandidat terdepan. Namun, hingga saat ini belum ada pembicaraan substantif yang dilakukan. 

Menariknya, sumber internal menyebutkan bahwa keduanya kini dipandang sebagai manajer mandiri, bukan lagi satu paket staf pelatih seperti saat era Jose Mourinho pada 2018.

Manajemen awalnya berharap sudah memiliki pelatih baru sebelum Derby Manchester pada 17 Januari. Namun, melihat rumitnya negosiasi, besar kemungkinan United masih akan dipimpin oleh Fletcher saat menjamu Brighton and Hove Albion di laga Piala FA, Minggu (11/1). (bbc/Z-1)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Usai Kampung Haji, Danantara Bakal Jajaki Peluang Investasi di WEF Davos 2026
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Puluhan Kampung masih Terisolasi, Aceh Tiga Kali Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Anggaran Satgas Pascabencana Sumatra Rp60 Triliun Dipastikan di Luar Dana BNPB
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Susah Jadi Diktator di Era Medsos, Pengamat Nilai Tuduhan ke Prabowo Tak Tepat
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Kim Kardashian Rupanya Masih Setia Pakai Sepatu Rancangan Kanye West Meski Sudah Cerai
• 13 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.