IHSG Gagal Parkir di 9.000, Perhatikan Saham Ini Buat Cari Cuan

cnbcindonesia.com
21 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi seorang investor memantau pergerakan saham pada layar laptop

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (8/1) di zona merah dengan pelemahan 0,22% ke level 8.925,47. Pergerakan indeks berlangsung fluktuatif di tengah kinerja saham yang bervariasi. 

Sejumlah saham mencatat penguatan signifikan, di antaranya MORA yang melonjak 15,70%, NSSS yang melesat 21,36%, serta DSSA yang naik 2,59%. Sementara itu, tekanan terlihat pada saham-saham berkapitalisasi besar dan komoditas, seperti BBCA yang turun 1,23%, ANTM terkoreksi 9,35%, serta IMPC melemah 4,94%.

Dari sisi aliran dana, investor asing masih mencatatkan minat beli. Di pasar reguler, tercatat beli bersih asing sebesar Rp543,76 miliar, sedangkan secara keseluruhan di seluruh pasar nilai beli bersih mencapai Rp950,23 miliar. 


Secara sektoral, mayoritas sektor bergerak melemah, dengan enam dari sebelas sektor ditutup di zona merah. Sektor basic materials menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 3,22%, sementara sektor transportasi justru mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 1,75%.

Baca: IHSG Sentuh 9.000, Purbaya: Ini Hanya Permulaan

Dari sisi emiten, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) melalui anak usahanya, PT Krakatau Pipe Industries, memperoleh kontrak untuk memasok sekitar 80.000 ton pipa baja pada Proyek Strategis Nasional Pipa Transmisi Gas Dumai–Sei Mangkei (Dusem) Segmen 1. 

Proyek tersebut merupakan bagian dari konsorsium Krakatau Steel dengan total panjang jalur pipa mencapai 541 kilometer. Pipa yang dipasok menggunakan spesifikasi ERW/HSAW API 5L X52 PSL 2 berdiameter 20 inci dan dilengkapi lapisan 3LPE coating. 

Kontrak pengadaan telah ditandatangani pada 6 Januari bersamaan dengan dimulainya tahap awal pengerjaan proyek, yang ditargetkan rampung pada 2027. Proyek ini dinilai berpotensi menambah kontribusi pendapatan perseroan ke depan.

Sementara itu, PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) mengumumkan rencana penambahan modal melalui mekanisme penempatan saham tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD). 

Perseroan akan menerbitkan maksimal 394,81 juta saham baru atau setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga pelaksanaan Rp398 per saham. Melalui aksi ini, FOLK berpotensi menghimpun dana segar sekitar Rp57 miliar. 

Dana hasil penambahan modal tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi usaha perseroan maupun entitas anak. Saham baru direncanakan akan diserap oleh Garam Ventura Indonesia sebagai pemegang saham utama serta Sutopo Widodo sebagai pemegang saham non-afiliasi, dengan jadwal pencatatan pada 15 Januari.

Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas
  • INDO - Buy 390-396 | TP 408-412 | SL 372

INDO Transaksi di Sini!
Powered by



  • KRAS - Buy 352-358 | TP 364-376 | SL 330

KRAS Transaksi di Sini!
Powered by



  • LEAD - Buy 222-228 | TP 236-244 | SL 206

LEAD Transaksi di Sini!
Powered by



  • REAL - Buy 77-79 | TP 82-85 | SL 73

REAL Transaksi di Sini!
Powered by



  • ELSA - Buy 505-515 | TP 530-545 | SL 488

ELSA Transaksi di Sini!
Powered by



Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.
(ayh/ayh)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KAI Daop 9 Jember Catatkan OTP Tinggi dan Zero Accident Nataru 2025/2026
• 3 jam lalumediaapakabar.com
thumb
PP Muhammadiyah Tegaskan Langkah AAM Laporkan Pandji Bukan Sikap Resmi Institusi
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Aksi untuk Venezuela, DEMA PTKIN Kutuk Premanisme Global
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Isu Kenaikan Gaji PNS 2026 Menguat, Ini Penjelasan Menkeu
• 16 jam lalufajar.co.id
thumb
Mualem Perpanjang Status Tanggap Darurat Aceh, Ini Alasannya
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.