Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah memastikan melakukan inspeksi langsung dan mengevaluasi seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baik yang sudah beroperasi maupun yang masih dalam tahap persiapan sebagai upaya mencegah potensi masalah kesehatan.
Wakil Bupati Pekalongan Sukirman di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi adanya dapur program Makan Bergizi Gratis yang berdiri di lingkungan kurang sehat, seperti berdekatan dengan tempat pembuangan sampah, tumpukan barang rongsok, hingga aliran sungai yang tercemar.
"Temuan tersebut dinilai berisiko dan perlu ditindaklanjuti secara serius. Program MBG menyangkut kesehatan masyarakat terutama anak-anak sehingga tidak boleh ada dapur yang berdiri di lokasi yang berpotensi menimbulkan dampak negatif," katanya.
Menurut dia, pihaknya akan turun langsung bersama instansi terkait untuk memastikan setiap dapur MBG sesuai dengan ketentuan teknis, standar keamanan pangan, serta persyaratan kesehatan lingkungan.
"Kemudian, hasil pengecekan tersebut, nantinya juga akan dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah," katanya.
Baca juga: Purbaya yakin Program MBG bisa cepat serap anggaran di kuartal I 2026
Ia yang juga sebagai Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kabupaten Pekalongan juga menyinggung persoalan distribusi bahan pangan.
Sukirman mengungkapkan adanya keluhan dari pedagang pasar terkait pasokan bahan baku dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang masih banyak didatangkan dari luar daerah.
"Potensi petani dan pelaku usaha lokal di sini cukup besar. Ke depan, kami berharap mereka bisa lebih dilibatkan agar manfaat ekonomi dari program ini juga dirasakan masyarakat di daerah ini," katanya.
Ia menyebutkan saat ini realisasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi program Makan Bergizi Gratis baru sekitar 30 persen dari total kebutuhan yang diperkirakan mencapai 78 dapur.
"Kami berharap pelaksanaan program MBG dapat berjalan optimal, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa menimbulkan persoalan di kemudian hari," katanya.
Baca juga: Wakil Wali Kota minta LPM se-Bogor Utara terlibat program MBG
Baca juga: Pemkab Sigi bangun SPPG wilayah terpencil di Marawola Barat
Wakil Bupati Pekalongan Sukirman di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi adanya dapur program Makan Bergizi Gratis yang berdiri di lingkungan kurang sehat, seperti berdekatan dengan tempat pembuangan sampah, tumpukan barang rongsok, hingga aliran sungai yang tercemar.
"Temuan tersebut dinilai berisiko dan perlu ditindaklanjuti secara serius. Program MBG menyangkut kesehatan masyarakat terutama anak-anak sehingga tidak boleh ada dapur yang berdiri di lokasi yang berpotensi menimbulkan dampak negatif," katanya.
Menurut dia, pihaknya akan turun langsung bersama instansi terkait untuk memastikan setiap dapur MBG sesuai dengan ketentuan teknis, standar keamanan pangan, serta persyaratan kesehatan lingkungan.
"Kemudian, hasil pengecekan tersebut, nantinya juga akan dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah," katanya.
Baca juga: Purbaya yakin Program MBG bisa cepat serap anggaran di kuartal I 2026
Ia yang juga sebagai Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kabupaten Pekalongan juga menyinggung persoalan distribusi bahan pangan.
Sukirman mengungkapkan adanya keluhan dari pedagang pasar terkait pasokan bahan baku dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang masih banyak didatangkan dari luar daerah.
"Potensi petani dan pelaku usaha lokal di sini cukup besar. Ke depan, kami berharap mereka bisa lebih dilibatkan agar manfaat ekonomi dari program ini juga dirasakan masyarakat di daerah ini," katanya.
Ia menyebutkan saat ini realisasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi program Makan Bergizi Gratis baru sekitar 30 persen dari total kebutuhan yang diperkirakan mencapai 78 dapur.
"Kami berharap pelaksanaan program MBG dapat berjalan optimal, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa menimbulkan persoalan di kemudian hari," katanya.
Baca juga: Wakil Wali Kota minta LPM se-Bogor Utara terlibat program MBG
Baca juga: Pemkab Sigi bangun SPPG wilayah terpencil di Marawola Barat





