Macron Sebut AS Makin Menjauh dari Sekutu usai Tangkap Maduro

kumparan.com
20 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prancis Emmanuel Macron melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat (AS) yang dinilainya mulai menjauh dari sekutu dan melepaskan diri dari aturan internasional.

Pernyataan itu disampaikan Macron dalam pidato tahunan di hadapan para duta besar Prancis di Istana Elysee, Kamis (8/1).

Ia mengkritik kebijakan AS di bawah Presiden Donald Trump.

“Amerika Serikat adalah kekuatan mapan, tetapi secara bertahap sedang berpaling dari sebagian sekutunya dan membebaskan diri dari aturan internasional,” kata Macron, dikutip dari AFP.

Macron menilai dunia saat ini tengah memasuki era persaingan kekuatan besar yang berisiko membelah tatanan global.

“Kita hidup di dunia kekuatan besar dengan godaan nyata untuk membagi-bagi dunia,” ujarnya.

Meski turut mengkritik China karena agresivitas yang semakin tanpa kendali, serta Rusia sebagai “kekuatan yang mendestabilisasi” akibat perang di Ukraina, sorotan Macron terhadap AS menjadi yang paling menonjol.

Kendati demikian, Macron tidak secara terbuka menyerukan pemutusan hubungan dengan AS. Sikap itu disampaikannya setelah para utusan AS awal ikut hadir dalam pertemuan penting di Paris yang membahas jaminan keamanan untuk menopang potensi gencatan senjata dalam perang Rusia-Ukraina.

Macron juga menegaskan para diplomat Prancis tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah ketegangan global.

“Ini justru sebaliknya. Kita tidak di sini untuk berkomentar. Kita di sini untuk bertindak,” ujarnya.

Macron menyampaikan hal itu buntut meningkatnya kecaman internasional terhadap AS setelah pasukannya menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya. Langkah tersebut dinilai banyak pihak sebagai tindakan yang merusak hukum internasional.

Ketegangan semakin memuncak ketika Trump kembali menyatakan keinginannya untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom Denmark.

Pernyataan tersebut memicu kemarahan Denmark dan sekutu-sekutu Eropa lainnya. Pemerintah Denmark bahkan memperingatkan serangan terhadap Greenland bisa berarti berakhirnya aliansi NATO.

Macron mengakui lembaga-lembaga multilateral saat ini semakin tidak berfungsi secara efektif.

Namun, ia menekankan tata kelola global tetap krusial, terutama di tengah kekhawatiran global.

Macron pun menyerukan agar komunitas internasional kembali memperkuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Ini adalah momen yang tepat untuk berinvestasi kembali sepenuhnya di PBB, ketika kita melihat pemegang saham terbesarnya tidak lagi percaya padanya,” katanya.

Selain itu, Macron menegaskan Eropa harus melindungi kepentingannya sendiri, termasuk dengan memperkuat regulasi sektor teknologi.

Ia menyoroti pentingnya menjaga independensi akademik serta ruang informasi yang terkendali, di mana pendapat bisa dipertukarkan secara bebas sepenuhnya.

Macron secara tegas membela Digital Services Act (DSA) dan Digital Markets Act (DMA) milik Uni Eropa yang kerap menuai kritik dari AS.

“DSA dan DMA adalah dua regulasi yang harus dipertahankan,” katanya.

AS sebelumnya menilai aturan tersebut sebagai upaya untuk memaksa platform media sosial asal AS agar menyensor pandangan yang tidak sejalan dengan kebijakan Uni Eropa.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji, Wapres LIRA Beri Dukungan
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Pelaku Pariwisata Dorong Pengembangan Pariwisata NTB Berbasis Keberlanjutan
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Isi Surat Lengkap Nadiem Makarim, Beberkan Kejanggalan Kasus Chromebook!
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
WIZ dan Wahdah Peduli bangun sistem filtrasi air di Aceh Tamiang
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Polisi Resmi Hentikan Penyelidikan Kasus Kematian Diplomat Muda Arya Daru, Kenapa?
• 17 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.