IMAN kepada Malaikat adalah rukun iman kedua dalam Islam. Namun, berbeda dengan manusia yang asal usulnya sering dibahas secara ilmiah maupun teologis, asal usul malaikat adalah perkara gaib yang informasinya murni bergantung pada wahyu (Al-Qur'an dan Hadis). Tidak ada ruang bagi logika atau teori evolusi dalam menjelaskan eksistensi mereka.
Siapakah sebenarnya malaikat? Dari mana mereka berasal, dan kapan mereka mulai menghuni alam semesta ini? Berikut adalah kajian mendalam mengenai asal usul malaikat berdasarkan dalil-dalil shahih yang telah diverifikasi.
1. Bahan Baku: Diciptakan dari Cahaya (Nur)Secara bahasa, kata Malaikat adalah bentuk jamak dari kata Malak yang berarti "utusan" (risalah). Berbeda dengan Jin yang diciptakan dari api yang menyala-nyala, atau manusia dari tanah liat, malaikat diciptakan dari unsur yang sangat mulia, yaitu cahaya.
Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Aisyah RA:
"Malaikat itu diciptakan dari cahaya (nur), jin diciptakan dari nyala api tanpa asap (marij min nar), dan Adam diciptakan dari apa yang telah dijelaskan kepada kalian (tanah)."
(HR. Muslim no. 2996)
Para ulama akidah menjelaskan bahwa "cahaya" di sini adalah cahaya khusus yang dikehendaki Allah, bukan cahaya fisik seperti sinar matahari atau lampu. Karena terbuat dari cahaya, malaikat memiliki sifat fisik yang halus (latif), mampu bergerak dengan kecepatan luar biasa, dan bisa berubah bentuk (tasyakkul) atas izin Allah, seperti saat Jibril menyerupai manusia.
2. Waktu Penciptaan: Makhluk TerdahuluKapan tepatnya malaikat diciptakan? Meskipun tidak ada dalil yang menyebutkan tanggal atau tahun spesifik, Al-Qur'an memberikan petunjuk kronologis yang jelas bahwa Malaikat diciptakan jauh sebelum Manusia (Nabi Adam).
Bukti utamanya terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 30, yang merekam dialog antara Allah SWT dengan para malaikat sebelum penciptaan Adam:
"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi'..."
Ayat ini menunjukkan bahwa saat Allah merencanakan penciptaan manusia, malaikat sudah ada, sudah beribadah, dan sudah memiliki struktur organisasi (ada yang bertanya/berdialog).
Selain itu, para ulama juga berpendapat bahwa malaikat diciptakan sebelum Jin. Hal ini tersirat dari kekhawatiran malaikat dalam ayat yang sama: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah?". Pertanyaan ini muncul karena malaikat telah menyaksikan perilaku makhluk penghuni bumi sebelumnya (bangsa Jin) yang gemar berperang, sehingga mereka khawatir manusia akan melakukan hal yang sama.
3. Sifat Fisik dan Wujud AsliSebagai makhluk cahaya, wujud asli malaikat sangatlah agung dan besar. Salah satu ciri fisik utama yang disebutkan dalam Al-Qur'an adalah keberadaan sayap.
Dalam QS. Fatir ayat 1, Allah berfirman:
"Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya..."
Jumlah sayap ini menunjukkan kedudukan dan kekuatan mereka. Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW pernah melihat wujud asli Malaikat Jibril yang memiliki 600 sayap, yang saking besarnya hingga menutupi ufuk langit.
4. Perbedaan Mendasar: Malaikat, Jin, dan ManusiaUntuk memahami posisi malaikat dalam hierarki makhluk Allah, berikut adalah tabel perbandingan sifat dasarnya:
Karakteristik Malaikat Jin Manusia Bahan Dasar Cahaya (Nur) Api (Marij min Nar) Tanah (Thin/Turab) Hawa Nafsu Tidak Ada (Suci) Ada Ada Ketaatan Selalu Taat (Ma'shum) Ada yang Taat, Ada yang Kafir Ada yang Taat, Ada yang Kafir Jenis Kelamin Tidak Ada (Bukan Pria/Wanita) Ada (Jantan/Betina) Ada (Pria/Wanita) Makan/Minum Tidak Ya Ya KesimpulanMalaikat adalah makhluk mulia yang diciptakan Allah dari cahaya jauh sebelum adanya manusia. Mereka adalah tentara Allah yang tidak memiliki hawa nafsu, tidak berjenis kelamin, dan tidak pernah mendurhakai perintah-Nya (QS. At-Tahrim: 6).
Memahami asal usul malaikat menghindarkan kita dari khurafat (seperti anggapan malaikat adalah roh orang mati atau malaikat adalah anak perempuan Tuhan). Sebagai Muslim, kita wajib mengimani keberadaan mereka sesuai dengan deskripsi yang telah Allah dan Rasul-Nya sampaikan.





