Jakarta: Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini hadir hampir di setiap aspek kehidupan, mulai dari rekomendasi konten media sosial, chatbot layanan pelanggan, hingga penerapannya di dunia kerja. Meski begitu, masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami cara kerja, manfaat, dan dampak penggunaan AI secara bijak.
Menjawab tantangan tersebut, AICO hadir dengan pendekatan yang berbeda. Sebagai ekosistem yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan, AICO mendorong peningkatan literasi AI melalui media buku sebagai sarana edukasi yang lebih inklusif dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
Baca Juga :
AICO memanfaatkan buku sebagai media edukasi untuk menjelaskan konsep dasar AI, manfaatnya, serta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini bertujuan agar pemahaman AI tidak terbatas pada kalangan teknis, melainkan dapat dipelajari oleh pelajar, pekerja non-teknologi, hingga masyarakat umum.
Sejalan dengan hal tersebut, UNESCO menjelaskan, dalam laporannya tentang AI and Education menekankan pentingnya edukasi AI yang inklusif agar masyarakat mampu berpikir kritis, memahami risiko, serta menggunakan teknologi secara etis dan bertanggung jawab. Edukasi berbasis literasi dinilai dapat membantu mengurangi kesenjangan pemahaman teknologi di tengah masyarakat. Buku sebagai Medium Edukasi AI yang Lebih Ramah Melalui penerbitan buku edukatif, AICO berupaya menciptakan pemahaman AI yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Buku memungkinkan pembaca mempelajari teknologi secara bertahap, tidak tergesa-gesa, serta memberikan ruang refleksi yang lebih mendalam dibandingkan konsumsi informasi singkat di media digital.
Di era digital saat ini, AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari. Melansir McKinsey Global Institute, pemahaman dasar tentang AI akan menjadi faktor penting agar individu dan organisasi mampu memanfaatkan teknologi secara optimal dan tetap relevan di tengah perubahan yang cepat.
Baca Juga :
Sobat MTVN Lens, melalui pendekatan literasi berbasis buku, AICO membuka akses pengetahuan AI agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi juga mampu memahami, menilai, dan memanfaatkan AI secara cerdas. Karena pada akhirnya, literasi teknologi bukan soal seberapa cepat mengikuti perkembangan, melainkan seberapa siap masyarakat menghadapi dan mengelolanya.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Calista Vanis)




