Literasi AI di Era Digital, AICO Gunakan Buku untuk Edukasi Publik-Melek Teknologi

metrotvnews.com
18 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini hadir hampir di setiap aspek kehidupan, mulai dari rekomendasi konten media sosial, chatbot layanan pelanggan, hingga penerapannya di dunia kerja. Meski begitu, masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami cara kerja, manfaat, dan dampak penggunaan AI secara bijak.

Menjawab tantangan tersebut, AICO hadir dengan pendekatan yang berbeda. Sebagai ekosistem yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan, AICO mendorong peningkatan literasi AI melalui media buku sebagai sarana edukasi yang lebih inklusif dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
 

Baca Juga :

Threads Siapkan Fitur Gim di Kolom Chat, Obrolan Media Sosial Bakal Lebih Seru-Melek Teknologi
  Literasi AI Literasi AI Jadi Kebutuhan di Era Digital Menurut World Economic Forum (WEF), literasi AI menjadi salah satu keterampilan penting di era digital, tidak hanya bagi pelaku industri teknologi, tetapi juga bagi masyarakat umum agar mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja dan sosial yang semakin terdigitalisasi.

AICO memanfaatkan buku sebagai media edukasi untuk menjelaskan konsep dasar AI, manfaatnya, serta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini bertujuan agar pemahaman AI tidak terbatas pada kalangan teknis, melainkan dapat dipelajari oleh pelajar, pekerja non-teknologi, hingga masyarakat umum.

Sejalan dengan hal tersebut, UNESCO menjelaskan, dalam laporannya tentang AI and Education menekankan pentingnya edukasi AI yang inklusif agar masyarakat mampu berpikir kritis, memahami risiko, serta menggunakan teknologi secara etis dan bertanggung jawab. Edukasi berbasis literasi dinilai dapat membantu mengurangi kesenjangan pemahaman teknologi di tengah masyarakat. Buku sebagai Medium Edukasi AI yang Lebih Ramah Melalui penerbitan buku edukatif, AICO berupaya menciptakan pemahaman AI yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Buku memungkinkan pembaca mempelajari teknologi secara bertahap, tidak tergesa-gesa, serta memberikan ruang refleksi yang lebih mendalam dibandingkan konsumsi informasi singkat di media digital.

Di era digital saat ini, AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari. Melansir McKinsey Global Institute, pemahaman dasar tentang AI akan menjadi faktor penting agar individu dan organisasi mampu memanfaatkan teknologi secara optimal dan tetap relevan di tengah perubahan yang cepat.
 

Baca Juga :

Mengenal Face Recognition, Sistem Cerdas di Balik Buka Ponsel Sekejap-Melek Teknologi

Sobat MTVN Lens, melalui pendekatan literasi berbasis buku, AICO membuka akses pengetahuan AI agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi juga mampu memahami, menilai, dan memanfaatkan AI secara cerdas. Karena pada akhirnya, literasi teknologi bukan soal seberapa cepat mengikuti perkembangan, melainkan seberapa siap masyarakat menghadapi dan mengelolanya.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Calista Vanis)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
2.749 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Laga Persib vs Persija
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jadi Korban Konflik, Perempuan ODGJ Dibunuh di Timika
• 18 jam lalurealita.co
thumb
SPPG di Sragen Sebelahan Kandang Babi, NasDem: Harusnya Tak Beri Izin
• 21 jam laludetik.com
thumb
Pengusaha Sawit Protes, Purbaya Tetap Berlakukan Aturan DHE untuk Tutup Kebocoran Devisa
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Pencarian Dua Korban Hilang di Siau Timur Memasuki Hari Kelima, Area Penyisiran Diperluas
• 12 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.