Prabowo Resmikan RI Swasembada Pangan: Ini Kemenangan yang Penting

fajar.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

Fajar.co.id, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan Indonesia berhasil kembali mencapai swasembada pangan pada 2025.

Karenanya, Indonesia tidak perlu lagi bergantung pada impor dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Rabu 7 Januari tahun 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia,” ucap Prabowo dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2025).

Prabowo mengapresiasi kerja keras seluruh jajarannya yang mampu membawa Indonesia swasembada pangan hanya dalam waktu setahun sejak kepemimpinannya. Capaian itu lebih cepat dari target awal yang diperkirakan baru bisa tercapai dalam empat tahun.

Bagi Prabowo, hal ini adalah kemenangan rakyat karena Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada negara lain. Terlebih, Indonesia adalah negara kaya sumber daya.

“Hari ini kita mencatat suatu kemenangan yang penting. Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa merdeka kalau makan pangan tergantung bangsa lain,” ucap Prabowo.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan terwujudnya swasembada pangan Indonesia bukanlah kerja kementeriannya semata, melainkan kerja sama seluruh kementerian/lembaga terkait di bawah kepemimpinan Prabowo. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu tercapainya swasembada pangan.

“Swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia dan seluruh penyuluh petani Indonesia,” ujar Amran di tempat yang sama.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), berdasarkan kerangka sampel area (KSA) amatan November 2025, produksi beras nasional 2025 diprediksi mencapai 34,71 juta ton, melampaui kebutuhan domestik tahunan sekitar 30-31 juta ton per tahun.

Pengadaan beras tahun 2025 pun tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Perum Bulog melalui pembelian gabah langsung dari petani any quality dengan harga Rp6.500 per kilogram.

Cadangan beras pemerintah sempat mencapai rekor 4,2 juta ton pada Juni 2025 dan kini berada di kisaran 3,25 juta ton pada awal 2026, seiring penyaluran beras untuk bencana serta pengendalian stok dan harga.

Capaian itu mencerminkan stabilitas pasokan, keberpihakan harga kepada petani, dan kehadiran negara dalam tata kelola pangan. Dampaknya, petani kian semangat untuk berproduksi dengan jaminan harga dan kepastian serapan oleh Bulog.

“Di saat [target swasembada beras] menjadi satu tahun, alhamdulillah kami vertigo, kami asam lambung, hari ini sudah mulai sembuh, recovery kembali. Kami bukan kerja sendiri. Kalau sendirian, aku pasti tidak capai apa yang kita lihat hari ini. Tadi, Bapak (Presiden Prabowo) janji empat tahun, kemudian berubah tiga tahun, kemudian satu tahun,” ujar Amran.

Amran Terima Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama

Dalam kesempatan sama, Amran menerima tanda kehormatan Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo Subianto. Tanda kehormatan itu diberikan atas jasanya dalam pencapaian target swasembada pangan 2025.

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi negara atas kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Penghargaan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 1 dan 2 TK Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa dan Satya Lencana Wirakarya yang ditandatangani di Jakarta pada 7 Januari 2026.

Berikut daftar penerimaan tanda kehormatan dari Presiden Prabowo:

Bintang Jasa Utama:

Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP

Bintang Jasa Pratama:

Heri Sunarto (Petani pada Poktan Ngudi Luhur, Kab Sukoharjo), mewakili empat penerima lainnya.

Bintang Jasa Nararya:

Bobby Irfan Effendi (Penyuluh Pertanian Kabupaten OKU Timur)

Winarto (Poktan Sri Sedhono Kelompok Tani Kabupaten Ngawi), mewakili tiga penerima lainnya.

Satyalancana Wira Karya:

  1. Letnan Jenderal TNI Mohammad Naudi Nurdika (Danko Diklat TNI)
  2. H. Setyo Wahono, S.E. (Bupati Bojonegoro)
  3. H. Aep Syaepuloh, S.E. (Bupati Karawang)
  4. AKBP Toni Kasmiri, S.I.K., S.H., M.H. (Kapolres Lampung Selatan)
  5. AKBP Yugi Bayu Hendarto, S.I.K., M.A.P. (Kapolres Garut)
  6. Letkol Kav. Andhi Ardana Valeriandra Putra, S.H., M.Si. (Waaster Kodam XVIII/Kasuari)
  7. Letkol Czi. Dili Eko Setyawan, S.Ak., M.Han. (Dandim Merauke)
  8. Don Muzakir (Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia)
  9. Mugi Raharjo (Penyuluh Pertanian Kabupaten Bojonegoro)
  10. Aseng (Poktan Ciraden) Kelompok Tani Kabupaten Cianjur
  11. Nurul Hadi (Poktan Sri Ki Lamaran) Kelompok Tani Kabupaten Indramayu

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sosok Ini Diduga Terlibat Skema Marcella Santoso di Perkara Perintangan Penyidikan
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Mengapa UU TNI Paling Banyak Diuji di Mahkamah Konstitusi?
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Jadi Presenter Golden Globe Awards 2026, Lisa Blackpink Ukir Sejarah Besar
• 7 jam lalugenpi.co
thumb
Operasi Modifikasi Cuaca Terus Dilakukan di Sumbar
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Reaksi PKB Setelah Eks Menag Yaqut Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji Khusus
• 14 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.