JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah padatnya lalu lintas dan sempitnya jalanan di Jakarta Timur, sebuah pemandangan khas terus berulang setiap hari.
Kendaraan berwarna mencolok dengan hiasan lampu dan musik anak-anak melintas perlahan, menyusuri gang hingga jalan kolektor.
Odong-odong bermotor moda hiburan rakyat yang kerap diasosiasikan dengan kawasan wisata ternyata masih hidup dan berdenyut di jantung permukiman padat Jatinegara.
Pengamatan Kompas.com di Kelurahan Rawa Bunga, Jatinegara, Kamis (8/1/2026), odong-odong bermotor bukan sekadar sisa praktik lama yang bertahan diam-diam.
Baca juga: Odong-odong di Muara Angke, Antara Larangan Regulasi dan Sumber Nafkah
Moda ini justru beroperasi aktif, terintegrasi dengan ritme kehidupan warga, dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat kelas menengah ke bawah.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=odong-odong, indepth, odong odong, odong odong di jakarta, odong odong jakarta&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wOS8xMjQyMjg0MS9la3Npc3RlbnNpLW9kb25nLW9kb25nLWRpLWphdGluZWdhcmEtbW9kYS10cmFuc3BvcnRhc2ktZGFuLWhpYnVyYW4ta2VsYXM=&q=Eksistensi Odong-odong di Jatinegara, Moda Transportasi dan Hiburan Kelas Bawah§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Kendaraan modifikasi ini didesain dengan struktur unik. Sebuah sepeda motor bebek berfungsi sebagai unit penarik utama di bagian depan.
Di belakangnya, terhubung dua hingga tiga gerbong tambahan yang dimodifikasi menggunakan rangka besi permanen dan atap peneduh.
Rangkaian ini memungkinkan kendaraan mengangkut banyak penumpang sekaligus dalam satu perjalanan singkat.
Secara visual, odong-odong bermotor tampil mencolok di antara dominasi warna kusam kendaraan harian.
Warna-warna cerah seperti biru tua, hijau muda, hingga ungu mendominasi badan kendaraan.
Estetika semakin diperkuat dengan bendera segitiga warna-warni yang menjuntai di sepanjang atap, lampu hias kecil yang melingkari rangka besi, serta stiker karakter kartun populer.
Beberapa odong-odong dilengkapi sound system yang dipasang di bawah atap pengemudi.
Musik anak-anak diputar nyaring, menciptakan atmosfer riang yang dengan cepat menarik perhatian anak-anak di pinggir jalan.
Bagi warga, suara musik itu menjadi penanda bahwa hiburan murah tengah melintas di depan rumah mereka.
Baca juga: Nasib Odong-odong di Muara Angke, Mikrotrans Disebut Lebih Aman bagi Penumpang
Menyusuri jalan lingkunganDi lapangan menunjukkan bahwa rute operasional odong-odong ini sangat spesifik.
Kendaraan-kendaraan tersebut mengitari jalan-jalan lingkungan di Rawa Bunga, seperti Jalan Jatinegara Timur I hingga IV, Jalan Kober, dan Jalan Bekasi Barat.
Rute ini membawa odong-odong masuk ke kawasan padat penduduk yang sulit dijangkau kendaraan besar.
Sesekali, odong-odong terlihat melintas di ruas Jalan Jatinegara Timur, jalan utama yang bersisian dengan angkutan kota, ojek daring, hingga bus Transjakarta.
Di titik tertentu, kendaraan ini kembali menyelinap ke gang sempit menuju kawasan Kober.
Penempatan rute ini tergolong strategis karena bersinggungan langsung dengan pusat aktivitas publik.
Odong-odong kerap melintas di depan sekolah, puskesmas, dan kantor kelurahan ruang-ruang tempat ibu-ibu dan anak-anak berkumpul.
Sebuah odong-odong berwarna ungu terlihat melintas tepat di depan papan penunjuk arah SMAN 54 Jakarta, menandakan bahwa kawasan pendidikan menjadi kantong penumpang potensial.



