Penulis: Fityan
TVRINews, Jakarta
BPS mencatat inflasi Desember 0,33% didorong pangan dan energi, sementara ekspor melonjak 22,68%.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta melaporkan dinamika ekonomi Ibu Kota tetap resilien menutup tahun 2025.
Meski terjadi tekanan harga pada sejumlah komoditas pokok, performa perdagangan internasional dan sektor pariwisata menunjukkan tren pertumbuhan yang solid.
Kepala BPS DKI Jakarta, Nurul Hasanudin pada Siaran Youtube Resmi BPS , mengungkapkan bahwa inflasi bulanan (month-to-month) Jakarta pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,33 persen.
Angka ini dipicu oleh fluktuasi harga pada komoditas yang memiliki tingkat konsumsi tinggi di masyarakat.
"Inflasi month to month sebesar 0,33 persen dipengaruhi beberapa komoditas, di antaranya daging ayam ras dengan andil 0,08 persen, cabai rawit 0,07 persen, dan bensin 0,05 persen," ujar Nurul dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat 9 Januari 2026.
Baca Juga: Pemkab Solok Ajukan Anggaran Pemulihan Pascabencana ke BNPB
Lonjakan Kinerja Perdagangan dan Pariwisata
Di sisi eksternal, ekonomi Jakarta menunjukkan taji melalui performa ekspor yang impresif. Pada November 2025, nilai ekspor Jakarta menembus angka 1,65 miliar Dolar AS, melonjak 22,68 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Di sisi lain, nilai impor tercatat berada di angka 6,97 miliar Dolar AS.
Nurul menekankan bahwa stabilitas inflasi memainkan peran krusial dalam menjaga ritme aktivitas ekonomi, termasuk pada sektor jasa dan perdagangan internasional.
Sinyal positif juga datang dari industri hospitalitas. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Jakarta merangkak naik pada November 2025, yang mencerminkan pemulihan sektor pariwisata yang berkelanjutan.
"Sektor pariwisata DKI Jakarta mengalami tren positif pada November 2025. Ini terlihat dari tingkat penghuni kamar hotel yang naik 4,34 persen dibandingkan Oktober 2025," tambah Nurul.
Secara spesifik, hotel berbintang mencatat tingkat hunian sebesar 62,03 persen, sementara hotel non-bintang berada di angka 44,90 persen.
Mobilitas Publik Tetap Tinggi
Data BPS juga menggarisbawahi tingginya mobilitas masyarakat Jakarta yang tercermin dari angka penggunaan transportasi massal sepanjang November 2025.
Transjakarta tetap menjadi tulang punggung transportasi publik dengan melayani 37,76 juta penumpang.
Sementara itu, moda transportasi berbasis rel juga mencatatkan angka yang signifikan:
- MRT Jakarta: 4.061.751 penumpang.
- LRT: 114.965 penumpang.
Di sektor transportasi udara dan laut, arus penumpang terpantau stabil. Bandara Halim Perdanakusuma melayani 92.786 penumpang, sedangkan Pelabuhan Tanjung Priok mencatat keberangkatan 14.958 orang.
Kombinasi antara inflasi yang terjaga dan tingginya mobilitas warga menjadi indikator kuat bahwa daya beli masyarakat Jakarta tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global.
Editor: Redaktur TVRINews


