Jakarta, CNBC Indonesia - Ada saja cara miliarder untuk menghindari pajak. Salah satu pendiri Google, Larry Page, saat ini tercatat sebagai orang terkaya kedua di dunia menurut Forbes, dengan harta kekayaan diestimasikan mencapai US$266,6 miliar (Rp4.487 triliun).
Dengan kekayaan sebanyak itu, tentu Page menjadi salah satu incaran pemerintah untuk menagih pajak. Namun, Page memilih 'kabur' dari kewajibannya.
Dikutip dari Business Insider, Jumat (9/1/2026), Page telah memutus hubungan antara California dengan banyak asetnya yang berisiko membuatnya terkena pajak kekayaan baru yang diusulkan di negara bagian tersebut.
Pemutusan hubungan dengan California dilakukan dalam tenggat waktu akhir tahun 2025, menurut dokumen yang ditinjau Business Insider.
Family Office milik Page, Koop, telah keluar dari California sejak akhir Desember 2025 dan tergabung ke Delaware, menurut dokumen yang tertera di dua negara bagian.
- Sosok Orang Terkaya di Dunia Pengganti Elon Musk, Dukung Keras Trump
- Orang Kaya Makin Kaya di 2025, 10 Manusia Ini Panen Cuan Rp 8.000 T
- Mau Dikenakan Pajak Rp129 T, Taipan Ini Kasih Respons Tak Terduga
Page mengonversi beberapa entitas ke Delaware, termasuk Flu Lab LCC yang mendanai riset untuk menangkal influenza dan terdaftar berkantor di Florida, serta One Aero yang mendanai bisnis mobil terbangnya dan terdaftar berkantor di Florida. Tak cuma itu, perusahaan aviasi milik Page, Dynatomics, juga turut dikonversi ke Delaware.
Page sendiri juga dilaporkan tak lagi berada di California, menurut Business Insider.
Kabar ini mencuat setelah Page dilaporkan memberi tahu beberapa orang terkait rencananya meninggalkan California, akibat aturan pajak baru yang diusulkan di negara bagian tersebut. Adapun aturan itu akan mengenakan pajak sebesar 5% untuk aset-aset yang bernilai US$1 miliar.
Beberapa nama besar yang sudah buka suara untuk menentang usulan aturan pajak baru tersebut adalah David Sacks, Palmer Luckey, dan Alexis Ohanian.
(fab/fab)

