Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa perbedaan mazhab, pandangan keagamaan, maupun ritual tidak boleh dijadikan alat untuk saling menyesatkan apalagi memecah belah umat.
Menurutnya, sejarah telah membuktikan bahwa Indonesia tidak pernah runtuh karena perbedaan, tetapi berpotensi hancur jika masyarakatnya diadu domba.
"Sejarah membuktikan Indonesia tidak pernah runtuh karena perbedaan, tetapi bisa hancur jika umatnya diadu domba,” kata Nasaruddin dikutip dari siaran persnya, Jumat, 9 Januari 2026.
Secara teologis, lanjut Nasaruddin, umat beragama dihadapkan pada dunia yang semakin terbuka, dengan ragam pendekatan dan pemikiran keagamaan yang berkembang pesat. Kondisi ini menuntut kebijaksanaan agar perbedaan tidak menjadi sumber konflik.
Baca Juga: Survei Pustral UGM: 90,9 Persen Masyarakat Puas dengan Angkutan Nataru 2025/2026
Nasaruddin juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara paling plural di dunia, dengan ribuan pulau, etnik, dan bahasa.
“Inilah wajah Indonesia yang sangat majemuk. Tidak mudah dikelola, tetapi justru menjadi kekuatan jika mampu dijaga persatuan dan kesatuannya,” ucapnya.
Oleh karena itu, komitmen keagamaan harus berfungsi sebagai penyeimbang dan penstabil, bukan sebaliknya menjadi pemicu perpecahan.
“Keamanan, kerukunan, dan stabilitas adalah fondasi utama. Tanpa itu, sebesar apa pun kekayaan bangsa tidak akan berarti,” tutur Nasaruddin.
Editor: Redaktur TVRINews



