Warga Australia di negara bagian Victoria diperingatkan untuk bersiap menghadapi kehilangan harta benda maupun dampak yang buruk akibat kebakaran lahan yang disebabkan gelombang panas ekstrem.
Suhu pada Jumat (9/1) dan Sabtu (10/1) diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi di sebagian besar wilayah Victoria dan Australia Selatan. Secara khusus, mereka diminta bersiap menghadapi kondisi kebakaran yang berbahaya akibat angin kencang dan suhu yang sangat panas.
Tak hanya itu, larangan total menyalakan api bahkan diberlakukan di Victoria, dan seluruh wilayah negara bagian tersebut.
“Warga Victoria harus bersiap menghadapi lebih banyak kehilangan harta benda atau dampak yang lebih buruk. Kondisinya sudah ekstrem kemarin. Hari ini bersifat katastrofik,” kata Kepala Country Fire Authority (CFA) Jason Heffernan seperti dikutip dari BBC News, Jumat (9/1).
Suhu di Melbourne diperkirakan mencapai 42 derajat Celsius pada Jumat (9/1), sementara wilayah barat laut Victoria dapat mencapai 45 derajat Celsius. Namun, perubahan cuaca yang lebih sejuk diperkirakan terjadi di wilayah barat daya.
Menurut otoritas setempat, kebakaran hutan di dekat Longwood, Victoria bagian tengah telah menghanguskan hampir 36.000 hektare lahan, dengan sedikitnya 20 rumah di kota kecil Ruffy hancur.
Kepala CFA Ruffy, George Noye, mengatakan kota tersebut terdampak sangat parah.
“Jalan utama terlihat seperti baru dibom, kami kehilangan sebuah sekolah. Beberapa properti kehilangan segalanya. Mereka kehilangan mata pencaharian, gudang pencukuran domba, ternak benar-benar menghancurkan. Namun, untungnya hingga saat ini tidak ada korban jiwa,” kata Noye.
Pusat kendali negara bagian Victoria menyebut kebakaran Longwood sangat dinamis, dengan api menyebar ke berbagai arah dan berpotensi meluas lebih jauh dari perkiraan awal.
Wakil Komisaris Kepolisian Victoria, Bob Hill, mengatakan tiga orang, yakni dua orang dewasa dan seorang anak masih belum ditemukan di wilayah Longwood.
Ia mengatakan pihak berwenang sempat berbicara dengan mereka sehari sebelumnya di kediaman mereka dan memperingatkan agar masyarakat mencari perlindungan karena sudah terlambat untuk dievakuasi.
Petugas pemadam kebakaran kembali ke lokasi kemudian dan menemukan rumah tersebut telah terbakar, tetapi tidak dapat menemukan ketiga orang itu.
“Mereka mungkin selamat, mereka mungkin masih hidup, mari kita tidak berspekulasi terlalu jauh, tetapi kami tetap berpikiran terbuka,” kata Hill.
Kebakaran Berpotensi Meluas, Warga Diminta SiagaDi wilayah Ibu Kota Australia (Australian Capital Territory), yang mencakup ibu kota Canberra, larangan total menyalakan api diberlakukan untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir.
Di Sydney, suhu diperkirakan naik hingga 42 derajat Celsius pada Sabtu (10/1), sebelum turun menjadi sekitar 26 derajat Celsius pada Minggu (11/1).
Kebakaran lain di dekat Walwa, Victoria timur laut, telah menghanguskan lebih dari 17.000 hektare lahan.
Heffernan mendesak seluruh warga Victoria untuk tetap waspada tinggi, tidak hanya mereka yang berada di dekat lokasi kebakaran aktif.
“Begitu parahnya kondisi saat ini, bukan hanya di kebakaran Longwood tetapi di seluruh negara bagian,” katanya.
Di Australia Selatan, otoritas pemadam kebakaran setempat mengatakan mereka telah menangani sejumlah kebakaran kecil di berbagai wilayah sepanjang malam, dan suhu diperkirakan mencapai 46 derajat Celsius di beberapa daerah.

