Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas pemerintah terus menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Hingga 7 Januari 2026, program ini telah menjangkau 56,13 juta penerima di 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Thomas Djiwandono mengatakan bahwa pelaksanaan MBG tidak hanya berkontribusi pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja.
"Program Makan Bergizi Gratis telah didukung oleh 19.343 Satuan Pelayanan Bergizi (SPBG) atau central kitchen yang saat ini mempekerjakan 789.319 tenaga kerja," ujar Thomas dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Januari 2026, Kamis, 8 Januari 2026.
Dari sisi anggaran, manfaat langsung yang diterima masyarakat melalui program MBG mencapai Rp43,3 triliun, dengan realisasi anggaran hingga 31 Desember 2025 sebesar Rp51,5 triliun.
Angka ini mencerminkan kuatnya komitmen pemerintah dalam menjadikan APBN sebagai instrumen perlindungan sosial dan pengungkit pertumbuhan ekonomi.
Thomas menegaskan, APBN 2025 dirancang pro-growth dan ekspansif, dengan program-program prioritas yang menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat. MBG menjadi salah satu contoh konkret bagaimana belanja negara berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup sekaligus penciptaan lapangan kerja.
Komitmen pemerintah terhadap program MBG juga ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam Perayaan Natal Nasional 2025, Senin 5 Januari 2026, Prabowo mengungkapkan bahwa para ahli dari Rockefeller Institute menilai MBG sebagai salah satu investasi pemerintahan terbaik, karena setiap Rp1 investasi pada program tersebut dapat memberikan efek pengganda ekonomi sebesar 5 hingga 35 kali lipat.
Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa dampak ekonomi bukan tujuan utama dari program MBG. Menurutnya, fokus utama pemerintah adalah memastikan generasi muda Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak.
"Saya tidak mengejar itu. Saya hanya didorong oleh rasa tidak sampai hati melihat anak-anak Indonesia kekurangan gizi," kata Prabowo.
Editor: Redaktur TVRINews




