Fosil 770 Ribu Tahun di Maroko Ubah Sejarah Manusia: Homo sapiens Berasal dari Sini?

mediaindonesia.com
17 jam lalu
Cover Berita

ASAL-usul manusia modern kembali menjadi sorotan dunia ilmiah. Sebuah temuan fosil berusia sekitar 770 ribu tahun di Maroko kini memberi petunjuk paling kuat sejauh ini bahwa Afrika, khususnya Afrika Barat Laut, memegang peran kunci dalam kelahiran Homo sapiens.

Manusia modern (Homo sapiens) memang satu-satunya spesies manusia yang bertahan hingga hari ini. Namun, bagaimana dan di mana spesies ini benar-benar “lahir” masih menjadi teka-teki besar. Temuan terbaru ini perlahan mulai menyusun potongan puzzle yang hilang.

Mengutip laporan National Geographic yang merujuk jurnal Nature, para peneliti menemukan fosil manusia purba di Grotte à Hominidés, sebuah gua di wilayah barat daya Casablanca, Maroko. Fosil tersebut diduga berasal dari kelompok manusia purba yang berada sangat dekat dengan garis awal kemunculan Homo sapiens.

Jejak Manusia Purba yang Berbeda

Fosil yang ditemukan meliputi fragmen rahang orang dewasa dan anak-anak, gigi, serta tulang belakang. Menariknya, ciri-ciri anatominya tidak cocok dengan Homo antecessor di Eropa maupun Neanderthal. Sebaliknya, fosil ini masih mempertahankan karakter purba khas Afrika.

Analisis micro-CT menunjukkan bahwa individu-individu ini kemungkinan merupakan kelompok Homo erectus Afrika yang terisolasi, yang tengah mengalami proses divergensi evolusioner menuju Homo sapiens. Temuan ini memperkuat teori bahwa evolusi manusia modern bukanlah peristiwa tunggal, melainkan proses panjang yang berakar kuat di Afrika.

Penanggalan Paling Akurat Sepanjang Sejarah

Keistimewaan utama temuan ini terletak pada akurasi penanggalannya. Para peneliti menganalisis sifat magnetik lapisan tanah tempat fosil ditemukan dan mengaitkannya dengan peristiwa global pembalikan medan magnet bumi, yaitu transisi Matuyama-Brunhes, yang terjadi sekitar 773 ribu tahun lalu.

Dengan metode ini, fosil Maroko menjadi salah satu bukti nenek moyang manusia tertua dengan penanggalan paling presisi yang pernah ditemukan.

Evolusi Manusia: Penuh Percabangan dan Ketidakpastian

Para ahli menyebut rentang waktu antara 1 juta hingga 300 ribu tahun lalu sebagai masa muddle in the middle, periode paling rumit dalam evolusi manusia. Pada masa inilah terjadi berbagai percabangan yang akhirnya melahirkan Homo sapiens, Neanderthal, dan Denisovan.

Meski begitu, para ilmuwan menegaskan bahwa fosil Maroko belum bisa secara definitif disebut sebagai nenek moyang langsung manusia modern. Diperlukan lebih banyak temuan untuk memastikan posisinya dalam pohon evolusi manusia.

Bagi tim peneliti, penemuan ini bukan sekadar pencapaian akademis. Jean-Jacques Hublin, pemimpin penelitian, menggambarkan penggalian tersebut sebagai pengalaman emosional, karena fosil-fosil itu merepresentasikan manusia nyata yang pernah hidup, bergerak, dan meninggal di dunia yang kini telah jauh berubah. (National Geographic/Z-10)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Reza Arya Pratama Kembali Starter, Berikut Daftar Susunan Pemain PSM Makassar vs Bali United
• 15 jam lalufajar.co.id
thumb
Aurelie Moeremans Sebut Mantan Pacar Sempat Ancam Dirinya saat Tolak Ajakan Bobo
• 22 jam laluinsertlive.com
thumb
Kenapa Iran Tiba-tiba Memanggil Trump? Ini yang Sebenarnya Terjadi
• 21 jam laluerabaru.net
thumb
PSIM Masih Pincang saat Tantang Madura United di Laga Penutup Putaran Pertama BRI Super League
• 17 jam lalubola.com
thumb
Efek AI Makin Ngeri, Gelombang PHK Diprediksi Masih Berlanjut Sampai 2030
• 20 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.