FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pakar klimatologi dan perubahan iklim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Dr Erma Yulihastin memberikan pujian terhadap Komika Pandji Pragiwaksono ditengah ramainya sorotan ke arahnya.
Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Prof Dr Erma Yulihastin memberikan pujiannya.
Ini berkaitan dengan kesuksesan besar yang didapatkan serial TV milik Pandji itu.
Dimana, acara milik Pandji Mens Rea sukses menjadi serial TV No 1 di Netflix.
“Mans Rea menjadi serial TV No 1 di Netflix,” tulisnya dikutip Jumat (9/1/2026).
“Selamat ya @pandji,” ungkapnya.
Kesuksesan yang didapatkan sang Komika itu disebutnya sebagai tanda simpul sekaligus simbol daya kritis dan responsif rakyat.
Dimana, simbol daya kritis dan responsif yang dimaksud terkait praktik kekuasaan.
“Anda kini sudah jadi simpul sekaligus simbol daya kritis dan responsif rakyat atas bagimana praktik kekuasaan dijalankan,” tuturnya. “Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan,” tambahnya.
Pandji belakangan ini mendapatkan banyak sorotan belakangan ini karena materi stand upnya.
Ini berawal dari Pandji Pragiwaksono yang materi stand up comedy-nya bikin geger yang tayang di Netflix.
Dalam materinya itu, ia dinilai menyerang Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.
Nyatanya, Mens Rea tidak dibuat untuk menyerang kelompok atau pihak tertentu.
Dikatakan Pandji, banyak orang keliru memahami arah materi yang ia bawakan di atas panggung.
“Orang berpikir Mens Rea itu dibikin untuk nyenggol ini, nyenggol itu,” ujar Pandji dikutip pada Selasa (6/1/2026).
Namun, ia menekankan bahwa sasaran utama dalam spesial show tersebut justru adalah masyarakat luas.
“Yang disenggol oleh Mens Rea, rakyat Indonesia,” tegasnya. (Erfyansyah/fajar)




