Program Listrik Desa Sentuh 77.616 Pelanggan Sepanjang 2025

idxchannel.com
16 jam lalu
Cover Berita

Kementerian ESDM melaporkan, sepanjang 2025 Program Listrik Desa telah direalisasikan di 1.516 lokasi dan menjangkau 77.616 pelanggan.

Kementerian ESDM melaporkan, sepanjang 2025, Program Listrik Desa menjangkau 77.616 pelanggan. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)

IDXChannel - Kementerian Energi dan Sumber Mineral (ESDM) melaporkan, sepanjang 2025 Program Listrik Desa telah direalisasikan di 1.516 lokasi dan menjangkau 77.616 pelanggan. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat rasio elektrifikasi nasional sekaligus memperkecil kesenjangan pembangunan antardaerah.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan, pemerataan listrik merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang harus dituntaskan secara bertahap hingga seluruh desa dan dusun di Indonesia mendapatkan akses listrik. Menurutnya, kehadiran listrik bukan sekadar penyediaan infrastruktur, melainkan bentuk keadilan sosial negara bagi masyarakat.

Baca Juga:
Bahlil Pastikan Tarif Listrik Tak Naik Selama 2026

"Arahan dari Bapak Presiden Prabowo bahwa sampai dengan 2029-2030, semua desa-desa atau dusun-dusun yang jumlahnya 5.700 dan 4.400 itu harus semua listriknya sudah ada. Kehadiran listrik itu sebagai bentuk keadilan sosial," dalam konferensi pers capaian kinerja Kementerian ESDM tahun 2025 di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Selain Program Listrik Desa, Kementerian ESDM juga menjalankan BPBL yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah yang rumahnya belum teraliri listrik meskipun jaringan sudah tersedia. Program ini membantu mengatasi kendala biaya pemasangan listrik agar keluarga berpenghasilan rendah bisa segera terhubung ke jaringan.

Baca Juga:
Pemerintah Siapkan Diskon Tarif Listrik Khusus Daerah Terdampak Bencana Sumatera

"Karena biaya pemasangannya kan butuh biaya, biaya rata-rata sekitar 2 juta sampai 2,5 juta. Kementerian ESDM atas arahan perintah Bapak Presiden itu memasang sebesar sebanyak 205.968 rumah. Jadi, selain program listrik desa juga ada kita pemasangan baru," kata Bahlil.

Hingga 31 Desember 2025, program BPBL telah direalisasikan untuk 205.968 rumah tangga. Pemerintah menegaskan bahwa Program Listrik Desa dan BPBL akan terus diperkuat sebagai instrumen kehadiran negara dalam memastikan akses energi yang berkeadilan, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

Bahlil menegaskan, negara tidak boleh absen dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Dia mencontohkan pengalaman pribadinya yang tumbuh tanpa akses listrik hingga usia sekolah dasar, sebagai pengingat bahwa kehadiran listrik berdampak besar pada kualitas hidup, akses pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

>

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
INSTRAN Mengimbau Pemerintah Hendaknya Lebih Pilih Mensubsidi Bus Listrik
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Kronologi Penjual Takoyaki di Jakarta Barat Tega Lecehkan Bocah 11 Tahun
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Profil Yaqut Cholil Qoumas: Tersangka Korupsi Kuota Haji & Harta Kekayaannya
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
KPK Jerat Yaqut dan Gus Alex Rugikan Negara, BPK Masih Hitung Totalnya
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Solusi Pemerintah Atasi Kerugian Serius Industri Kain Tenunan dari Kapas RI Akibat Impor
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.