Wasekjen PBNU Nilai Gus Yahya Ulur Waktu, Islah Tak Ditindaklanjuti

jpnn.com
21 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal PBNU KH Imron Rosyadi Hamid (Gus Imron) menilai KH Yahya Cholil Staquf terkesan mengulur-ulur waktu dan tidak menunjukkan iktikad nyata untuk melakukan islah, sebagaimana harapan para masyayikh dalam Forum Lirboyo.

Menurutnya, hingga saat ini tidak pernah ada tindak lanjut konkret dari Gus Yahya dalam bentuk kerangka islah yang jelas, meskipun para kiai telah memberi ruang dan jalan penyelesaian.

BACA JUGA: Respons Ketum PBNU soal Yaqut Jadi Tersangka, Ada Kata Kakak

Gus Imron mengungkapkan fakta di lapangan menunjukkan tidak ada tindak lanjut dalam bentuk kerangka islah yang dilakukan oleh Gus Yahya.

"Tidak ada tahapan, tidak ada timeline, dan tidak ada kerja bersama. Ini yang membuat publik menangkap kesan bahwa Gus Yahya memang mengulur waktu dan tidak sungguh-sungguh menginginkan islah,” ujar Gus Imron, Jumat (9/1).

BACA JUGA: Pelapor Pandji Pragiwaksono Bukan Bagian dari PBNU dan Muhammadiyah

Gus Imron menegaskan dari sisi Syuriyah, KH Miftachul Akhyar selaku Rais Aam PBNU telah menyiapkan rute islah secara konstitusional, yakni melalui rapat pleno, dilanjutkan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes), hingga bermuara pada Muktamar.

“Rais Aam sudah membuka jalan. Rutenya jelas: pleno, lalu Konbes, kemudian Munas, dan akhirnya Muktamar. Namun, sampai hari ini tidak ada iktikad yang ditunjukkan oleh Gus Yahya untuk berjalan di rute itu,” kata dia.

BACA JUGA: PBNU Gelar Doa Bersama Satu NU, Satu Bangsa

Gus Imron juga menyoroti dinamika pasca-pertemuan di kediaman Rais Aam yang seharusnya menjadi momentum memperkuat rekonsiliasi.

Namun, hanya berselang dua hari, Gus Yahya justru memperkenalkan Amin Said Husni sebagai Sekretaris Jenderal PBNU di ruang publik.

"Ini adalah tanda kuat bahwa Gus Yahya tidak menginginkan islah,” kata dia.

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya memperkeruh suasana, tetapi juga memperkuat persepsi bahwa proses islah sengaja digantung untuk kepentingan tertentu.

Gus Imron mengingatkan PBNU kini berada di ambang momentum besar, yakni 31 Januari 2026 yang menandai satu abad NU versi Masehi.

Selain itu, agenda Munas dan Konbes juga semestinya segera dipersiapkan secara serius.

“Waktunya sangat sempit. Satu abad NU versi Masehi sudah di depan mata. Munas dan Konbes harus dipersiapkan. Namun, sampai sekarang tidak ada tanda-tanda ke arah sana karena islah tidak kunjung ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa apabila pada akhirnya Rais Aam mengambil keputusan-keputusan strategis, itu merupakan konsekuensi dari kebuntuan yang dibiarkan berlarut-larut.

“Kalau islah tidak dijalankan, rute yang sudah dibuat tidak diikuti, dan waktu terus dibiarkan berjalan, maka jangan menyalahkan pihak lain jika Rais Aam mengambil keputusan-keputusan demi menjaga marwah jam’iyah dan memastikan NU tetap berjalan,” kata Gus Imron. (mcr8/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Kuota Haji!


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tito Minta Tambah BKO TNI-Polri ke Sumatera: Pembersihan Lumpur Harus Dipercepat
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Denny Sumargo Heran dengan Pengakuan Inara Rusli, Reaksinya Langsung Disorot
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 98.165 Benih Lobster di Bandara Soekarno-Hatta, Empat Penumpang Diamankan
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Unilever Lepas Bisnis Teh Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
• 12 menit lalumedcom.id
thumb
KPK OTT Pegawai Pajak di Jakut Terkait Dugaan Suap Pengurangan Pajak
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.