Jakarta (ANTARA) -
Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kepulauan Seribu mencatat 398.519 wisatawan berkunjung ke daerah kepulauan yang ada di Provinsi DKI Jakarta tersebut sepanjang 2025.
“Jumlah kunjungan ini mengalami penurunan sekitar 3,07 persen dibandingkan tahun 2024 dengan pencapaian 411.161 kunjungan wisatawan,” kata Kepala Suku Dinas Parekraf Kepulauan Seribu, Sonti Pangaribuan di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan meskipun secara kumulatif terjadi penurunan, minat wisatawan terhadap Kepulauan Seribu masih tergolong tinggi.
Ia menjelaskan, mayoritas wisatawan yang berkunjung merupakan wisatawan nusantara sebanyak 384.213 orang atau 96,4 persen dari total kunjungan.
“Sementara itu, wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 14.306 orang atau 3,6 persen,” kata dia.
Ia menambahkan berdasarkan sebaran destinasi, kunjungan wisatawan masih didominasi ke pulau penduduk dengan total sekitar 380.475 kunjungan. Kemudian, pulau resor mencatat kunjungan sebanyak 13.932 orang, pulau wisata mencapai 3.575 orang, dan pulau cagar alam berjumlah 537 orang.
Ia mengatakan destinasi favorit masih di pulau berpenduduk seperti Pulau Pari menjadi yang paling banyak dikunjungi, disusul Pulau Untung Jawa dan Pulau Tidung. Sedangkan, pada kategori pulau resor, kunjungan terbanyak terdapat di Pulau Bidadari, Pulau Putri, dan Pulau Macan.
Sonti menjelaskan untuk puncak kunjungan wisatawan terjadi pada April 2025 dengan jumlah 65.153 orang dan Mei sebanyak 53.098 orang.
Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh momentum libur hari besar keagamaan dan libur panjang. Sementara, pada semester II, jumlah kunjungan relatif stabil di kisaran 24.000 hingga 39.000 orang per bulan.
Menurut dia penurunan jumlah kunjungan wisatawan di tahun 2025 dipengaruhi oleh faktor cuaca karena musim hujan berlangsung hampir sepanjang tahun dan kerap disertai gelombang tinggi.
Ia mengatakan data kunjungan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi Suku Dinas Parekraf Kepulauan Seribu untuk terus meningkatkan kualitas layanan, promosi destinasi, serta penguatan konsep pariwisata berkelanjutan agar kunjungan wisatawan kembali meningkat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.
"Kami terus mempromosikan destinasi wisata Kepulauan Seribu dan berharap dukungan dari seluruh lintas sektor. Semoga tahun ini jumlah wisatawan dapat meningkat lebih signifikan," kata dia.
Baca juga: Pemkab Kepulauan Seribu gencar tanam mangrove cegah abrasi
Baca juga: Gulkarmat Jakut: 14 orang meninggal akibat kebakaran sepanjang 2025
Baca juga: Sudin LH angkut 2,9 ton sampah perayaan tahun baru di Kepulauan Seribu
Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kepulauan Seribu mencatat 398.519 wisatawan berkunjung ke daerah kepulauan yang ada di Provinsi DKI Jakarta tersebut sepanjang 2025.
“Jumlah kunjungan ini mengalami penurunan sekitar 3,07 persen dibandingkan tahun 2024 dengan pencapaian 411.161 kunjungan wisatawan,” kata Kepala Suku Dinas Parekraf Kepulauan Seribu, Sonti Pangaribuan di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan meskipun secara kumulatif terjadi penurunan, minat wisatawan terhadap Kepulauan Seribu masih tergolong tinggi.
Ia menjelaskan, mayoritas wisatawan yang berkunjung merupakan wisatawan nusantara sebanyak 384.213 orang atau 96,4 persen dari total kunjungan.
“Sementara itu, wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 14.306 orang atau 3,6 persen,” kata dia.
Ia menambahkan berdasarkan sebaran destinasi, kunjungan wisatawan masih didominasi ke pulau penduduk dengan total sekitar 380.475 kunjungan. Kemudian, pulau resor mencatat kunjungan sebanyak 13.932 orang, pulau wisata mencapai 3.575 orang, dan pulau cagar alam berjumlah 537 orang.
Ia mengatakan destinasi favorit masih di pulau berpenduduk seperti Pulau Pari menjadi yang paling banyak dikunjungi, disusul Pulau Untung Jawa dan Pulau Tidung. Sedangkan, pada kategori pulau resor, kunjungan terbanyak terdapat di Pulau Bidadari, Pulau Putri, dan Pulau Macan.
Sonti menjelaskan untuk puncak kunjungan wisatawan terjadi pada April 2025 dengan jumlah 65.153 orang dan Mei sebanyak 53.098 orang.
Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh momentum libur hari besar keagamaan dan libur panjang. Sementara, pada semester II, jumlah kunjungan relatif stabil di kisaran 24.000 hingga 39.000 orang per bulan.
Menurut dia penurunan jumlah kunjungan wisatawan di tahun 2025 dipengaruhi oleh faktor cuaca karena musim hujan berlangsung hampir sepanjang tahun dan kerap disertai gelombang tinggi.
Ia mengatakan data kunjungan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi Suku Dinas Parekraf Kepulauan Seribu untuk terus meningkatkan kualitas layanan, promosi destinasi, serta penguatan konsep pariwisata berkelanjutan agar kunjungan wisatawan kembali meningkat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.
"Kami terus mempromosikan destinasi wisata Kepulauan Seribu dan berharap dukungan dari seluruh lintas sektor. Semoga tahun ini jumlah wisatawan dapat meningkat lebih signifikan," kata dia.
Baca juga: Pemkab Kepulauan Seribu gencar tanam mangrove cegah abrasi
Baca juga: Gulkarmat Jakut: 14 orang meninggal akibat kebakaran sepanjang 2025
Baca juga: Sudin LH angkut 2,9 ton sampah perayaan tahun baru di Kepulauan Seribu




