Gibran Ditagih Solusi Jangka Panjang saat Tinjau Banjir di Kalsel

rctiplus.com
17 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Saat meninjau banjir di Desa Sungai Tabuk, Kalimantan Selatan (Kalsel), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dihampiri sejumlah mahasiswa, pada Kamis 8 Januari 2026. Meski sempat dihalangi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), para mahasiswa akhirnya dapat menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada Gibran.

Berdasarkan unggahan video akun Instagram @setwapres.ri, seorang mahasiswa yang mengenakan rompi meminta Gibran untuk mencari solusi jangka panjang dalam penanganan banjir di Kalimantan Selatan.

"Kami mau solusi jangka panjang, 10 sampai 50 tahun ke depan. Karena lima tahun itu tidak cukup untuk menjawab permasalahan di Kalimantan Selatan," kata mahasiswa tersebut kepada Gibran.

Mahasiswa lainnya menyampaikan bahwa banjir di desa tersebut merupakan kejadian musiman yang terjadi hampir setiap tahun.

"Banjir ini terus terjadi setiap tahun, Pak. Tapi baru kali ini yang sampai ke atap rumah dan membuat warga harus mengungsi. Harapannya kami juga memastikan bahwa harus ada solusi nyata, Pak," ucapnya.

 

Mahasiswa terakhir yang menyampaikan aspirasi menegaskan bahwa kehadiran Gibran di Desa Sungai Tabuk harus dibarengi dengan komitmen pemerintah dalam mencari solusi jangka panjang penanganan banjir. Ia menyoroti persoalan sumur resapan serta tata ruang dan zona hijau di Kalimantan Selatan.

"Kami sampaikan ini ke Bapak karena Bapak sebagai RI 2 di sini dapat menyampaikan kepada menteri-menteri terkait, seperti Menteri ESDM dan lainnya," ujarnya.

"Karena hari ini Bapak bisa melihat bagaimana Kalimantan Selatan memberikan izin tambang batu bara, kelapa sawit, dan lain sebagainya, termasuk tata ruang kota. Bagaimana kemudian kita tidak memiliki sumur resapan dan sebagainya," sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gibran merespons secara positif aspirasi para mahasiswa. Ia berjanji pemerintah pusat dan daerah akan mencarikan solusi terbaik untuk penanganan banjir di Kalimantan Selatan.

 

"Mulai dipikirkan solusi jangka panjangnya, yaitu sungainya. Apakah ada pendangkalan atau tata ruang yang tidak sesuai, seperti zona hijau yang berubah menjadi perumahan," kata Gibran.

Banjir yang kembali melanda Kalimantan Selatan menjadi alasan Gibran meninjau langsung lokasi terdampak. Menurutnya, wilayah tersebut membutuhkan penanganan ekstra agar ke depannya terbebas dari bencana banjir.

“Kenapa saya ke sini? Karena saya melihat ini terulang kembali. Surutnya lama dan perlu atensi khusus. Dan ini, Pak, kalau ada teman-teman mahasiswa dari kampus, diterima. Tapi kalian juga harus memberikan solusi,” ucapnya.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
7 Fakta dalam Penetapan Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
DPR Minta Bulog Turun Tangan, Harga Gabah Petani di Kalbar di Bawah HPP
• 18 jam lalugenpi.co
thumb
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Malaysia Open 2026: Indonesia Sisakan Jonatan Christie dan Fajar/Fikri di Semifinal
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Pakar: Pelaporan Pandji Pragiwaksono ke Polisi Berlebihan
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.