Megawati Kecam Intervensi Militer AS ke Venezuela: Ini Neokolonialisme

bisnis.com
19 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Umum PDI-Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengecam tindakan intervensi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela.

Megawati menilai intervensi militer serta penculikan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores merupakan bentuk neokolonialisme.

"Tindakan tersebut merupakan wujud neokolonialisme dan imperialisme modern," ujar Megawati dalam rakernas PDIP di Ancol, Jakarta, Sabtu (10/1/2026).

Megawati menambahkan, tindakan Amerika itu telah mengingkari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan prinsip dasar hubungan antarbangsa.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Oleh sebab itu, kata Megawati, Indonesia harus menentang paham yang membenarkan dominasi kekuatan atas kedaulatan bangsa lain. Terlebih, imperialisme secara historis selalu ditentang oleh ayahnya selaku Presiden ke-1 RI Soekarno.

"Sejak Konferensi Asia Afrika digagas Bung Karno, Indonesia konsisten menentang imperialisme dalam segala bentuknya," tuturnya.

Baca Juga

  • Megawati Hadiri Rakernas 2026 & HUT ke-53 PDIP di Ancol Hari Ini
  • Ada Megawati, Jakarta Pertamina Enduro Didukung Pertamina Patra Niaga Hadapi Proliga 2026
  • Megawati Tunjuk Dolfie Gantikan FX Rudy jadi Ketua DPD PDIP Jateng

Lebih jauh, Megawati menyerukan agar setiap penyelesaian konflik internasional harus bisa diselesaikan dengan dialog, diplomasi hingga hukum internasional.

"Demokrasi sejati tidak lahir dari moncong senjata, keadilan tidak tumbuh dari agresi sepihak, dan peradaban tidak dibangun di atas penghinaan terhadap martabat bangsa," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Transjakarta Bicara Nilai Historis JPO Sarinah, JPO Pertama di Indonesia
• 20 jam laludetik.com
thumb
Wamenekraf: M7 World Championship Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Industri Kreatif
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Kronologi Dugaan Suap Pegawai Pajak KPP Madya Jakarta Utara Berujung OTT KPK
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Xdana Investa Indonesia Umumkan Tutup Bisnis
• 39 menit lalubisnis.com
thumb
8 Orang Terjaring OTT KPK di Jakut: 4 Pegawai Ditjen Pajak, 4 Swasta
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.