Megawati Ungkap Bencana di Sumatera Bikin Generasi Muda Cemas

detik.com
18 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyebut bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatera membuat masyarakat menjadi korban. Megawati mengatakan bencana di Sumatera ini telah membuat generasi muda cemas.

"Yang paling merasakan kecemasan ini adalah generasi muda. Mereka hidup dalam ketidakpastian, memandang masa depan dengan kegelisahan. Banyak di antara mereka merasa bahwa generasi sebelumnya telah gagal merawat bumi, dan bahwa hari esok justru tampak lebih menakutkan daripada hari ini," tutur Megawati saat memberi sambutan dalam HUT ke-53 dan Rakernas PDIP di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).

Baca juga: Megawati: Kader PDIP Harus Berani Akui Kesalahan

Megawati menyampaikan pidato HUT ke-53 PDIP dan Rakernas PDIP di Ancol secara tertutup. Teks pidato Megawati dibagikan kepada wartawan dan diizinkan dikutip oleh juru bicara PDIP, Guntur Romli.

Di sisi lain, Megawati mengatakan bencana ini tak hanya sebagai peristiwa alam semata, namun juga sebagai peringatan. Menurutnya, bencana yang terjadi telah menimbulkan kerugian besar terutama bagi masyarakat terdampak.

"Bagi saya, bencana ini bukan peristiwa alam semata. Ini adalah peringatan sejarah. Ini adalah isyarat keras tentang masa depan yang jauh lebih katastrofik," kata Megawati.

"Apabila umat manusia gagal mengubah arah peradabannya, gagal menghentikan pemanasan global, gagal mengubah cara memperlakukan alam, dan gagal menempatkan keselamatan rakyat di atas logika kapitalisme yang eksploitatif," imbuhnya.

Megawati juga menyebut, bencana ini turut ditimbulkan dari aturan yang dibuat. Dia menilai, kebijakan yang ada saat ini dianggapnya memberikan karpet merah bagi penghancur alam.

"Kita harus berani jujur. Kerusakan ini juga dilembagakan oleh kebijakan. Undang-undang dan regulasi yang memberi karpet merah pada konsesi besar telah membuka jalan bagi deforestasi, perampasan tanah, dan penghancuran ekosistem," ungkap Megawati.

Megawati juga menyoroti, pengalihan fungsi alam yang didalihkan atas nama pembangunan. Menurutnya, dalih pembangunan yang disampaikan justru menunjukkan potret pembangunan yang tak berkeadilan.

"Atas nama pembangunan, rakyat disingkirkan dan alam dikorbankan. Ini bukan pembangunan, melainkan pembangunan tanpa keadilan dan tanpa peradaban," ujar Megawati.

Presiden ke-5 RI ini juga menegaskan bahwa bencana yang terjadi di Sumatera bukanlah sekedar kehendak alam. Dia meyakini adanya ulah tangan manusia.

"Kawasan hulu yang seharusnya menjadi penyangga kehidupan, sebagai spons alam penyerap air, telah berubah menjadi ladang eksploitasi. Hutan alam dan wilayah adat dirampas, dibuka secara masif, lalu digantikan oleh tanaman monokultur berakar dangkal dan miskin daya dukung ekologis," ungkap Megawati.

"Akibatnya jelas dan nyata. Ketika hujan turun, air tidak lagi terserap. Air kehilangan fungsinya sebagai sumber kehidupan, lalu berubah menjadi kekuatan penghancur. Ia menghantam hilir, menyapu pemukiman, lahan pertanian, dan kehidupan rakyat kecil yang bahkan tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan," imbuh dia.

Baca juga: Sama-sama Banteng tapi Beda Saat PDIP Kenalkan Barata




(kuf/lir)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bupati Aceh Timur Laporkan Kendala Pembangunan Huntara Terkait Lahan HGU dan Aset KAI ke Tito Karnavian
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Kader Muda PDIP Bocorkan Reaksi Megawati soal Wacana Pilkada Lewat DPRD
• 53 menit laluliputan6.com
thumb
Gresik Phonska Buka Proliga 2026 dengan Kemenangan Telak Atas Medan Falcons
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Minggu, 11 Januari 2026: SIM Keliling Jakarta Beroperasi di Dua Lokasi
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Lebih dari 1.000 Aksi Protes Menentang ICE Akan Digelar di AS Akhir Pekan Ini
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.