FAJAR, SURABAYA — Persebaya Surabaya mulai menyusun fondasi baru di jantung pertahanan jelang putaran kedua Super League 2025/2026. Setelah resmi mengamankan Gustavo Fernandes, peluang terbentuknya duet bek asing bersama Yuran Fernandes—pilar PSM Makassar—kini ikut mencuat di bursa transfer.
Kehadiran Gustavo Fernandes menjadi sinyal kuat arah kebijakan pelatih Bernardo Tavares. Bek tengah asal Brasil itu diumumkan sebagai rekrutan asing ketiga Persebaya, sekaligus jawaban atas kebutuhan palang pintu berpostur tinggi dan dominan duel udara.
Gustavo Fernandes, Potongan Penting Puzzle Pertahanan
Gustavo Fernandes Henrique Querino datang dengan profil yang sesuai kebutuhan Green Force. Berdasarkan data Transfermarkt, bek kelahiran Osasco, Brasil, 19 Oktober 1994 itu memiliki tinggi badan 1,95 meter dan berposisi murni sebagai centre back.
Keunggulan Gustavo bukan hanya postur, tetapi juga kaki dominan kiri—aset langka untuk bek tengah. Karakter ini memberi opsi lebih variatif dalam membangun serangan dari belakang, sesuatu yang menjadi ciri permainan Bernardo Tavares.
Selama berkarier di Portugal, Gustavo mencatat menit bermain tinggi. Bersama FC Penafiel di Liga Portugal 2, ia tampil 29 kali dengan total 1.736 menit. Sebelumnya, ia bahkan lebih produktif bersama AD Sanjoanense dengan torehan 3 gol dan 3 assist dari 28 pertandingan.
Dengan status tanpa klub usai menyepakati pemutusan kontrak lebih awal, proses administrasi Gustavo di Persebaya relatif mulus pada bursa transfer paruh musim.
Yuran Fernandes, Opsi Ideal Duet Bernuansa Familiar
Nama Yuran Fernandes kembali masuk radar publik Surabaya seiring kebutuhan Persebaya akan satu bek tengah tambahan. Bek PSM Makassar itu bukan sosok asing bagi Bernardo Tavares. Keduanya memiliki sejarah kerja sama solid saat membawa PSM juara Liga 1 2022/2023.
Yuran dikenal sebagai bek agresif, kuat duel fisik, dan memiliki kepemimpinan tinggi. Jika duet Gustavo–Yuran benar-benar terwujud, Persebaya berpotensi memiliki kombinasi ideal: satu bek dominan duel udara dan distribusi kiri, satu bek dengan intensitas, pengalaman, dan karakter pemimpin.
Duet ini juga dinilai cocok dengan filosofi Bernardo yang menekankan organisasi bertahan rapat, disiplin posisi, dan transisi cepat.
Antusiasme Bonek Menggema
Pengumuman Gustavo Fernandes langsung disambut antusias oleh Bonek dan Bonita. Ribuan komentar membanjiri akun Instagram sang pemain maupun akun mantan klubnya, FC Penafiel.
“Welcome to Heroes City,”
“Menara Brasil akhirnya datang,”
“Palang pintu baru Green Force.”
Antusiasme tersebut menjadi indikator besarnya harapan publik Surabaya terhadap transformasi lini belakang Persebaya.
Menunggu Babak Lanjutan di Bursa Transfer
Hingga kini, Persebaya belum memberikan konfirmasi terkait pergerakan lanjutan di sektor bek tengah. Namun, dengan filosofi Bernardo Tavares yang mengutamakan kesesuaian karakter ketimbang nama besar, peluang reuni dengan Yuran Fernandes tetap terbuka—selama dinamika bursa memungkinkan.
Jika skenario tersebut terwujud, Persebaya bukan hanya memperkuat pertahanan, tetapi juga mengirim pesan tegas: Green Force serius membangun tim juara, bukan sekadar bertahan di papan tengah.
Kini, publik Surabaya menanti kelanjutan manuver Persebaya. Apakah Gustavo Fernandes akan berduet dengan Yuran Fernandes? Atau Bernardo menyiapkan kejutan lain?
Bursa transfer masih panjang, dan bara panas di Kota Pahlawan belum padam.



