JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyoroti secara serius rangkaian bencana di Sumatera yang dinilainya sebagai peringatan keras mengenai krisis ekologis nasional.
Penekanan tersebut disampaikan Megawati dalam pengarahan politik pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-53 partai, Sabtu (10/1/2026).
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan isu kerusakan lingkungan menjadi salah satu fokus utama Megawati dalam pidato politiknya.
Megawati menilai bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera harus menyadarkan seluruh elemen bangsa tentang pentingnya merawat bumi secara serius dan berkelanjutan.
Baca Juga: Zainal Arifin-Jubir PDIP Kritisi Pasal 218 KUHP: Kritik ke Presiden Bisa Dikoreksi Jadi Penghinaan
“Kemudian pengarahan dari Ibu Ketua Umum yang juga sangat penting berkaitan dengan kerusakan ekologis di mana Perjuangan mengemban suatu tanggung jawab bersama seluruh rakyat Indonesia termasuk para generasi muda untuk bersama-sama agar bencana yang terjadi di Sumatera betul-betul menyadarkan kita semua tentang pentingnya merawat Pertiwi,” ujar Hasto dalam konferensi pers Rakernas PDIP di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu.
Hingga 10 Januari 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, masih sangat luas.
Berdasarkan pemutakhiran data terakhir per Jumat (9/1/2026), jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.182 jiwa, dengan penambahan korban ditemukan di Aceh Utara, Langkat, dan Tapanuli Tengah.
Sementara itu, 145 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian, dengan sebaran terbanyak di Sumatera Barat.
BNPB juga mencatat sebanyak 238.627 warga masih mengungsi, terutama di Provinsi Aceh, khususnya Aceh Tamiang dan Aceh Utara.
Kerusakan infrastruktur dilaporkan sangat masif, mencakup lebih dari 175.000 rumah, 3.188 fasilitas pendidikan, serta ratusan jembatan yang terputus dan menghambat akses logistik.
Bencana sebagai Peringatan EkologisMenurut Hasto, Megawati menilai bencana Sumatera tidak dapat dilepaskan dari menurunnya daya dukung lingkungan dan kerusakan ekosistem yang terjadi dalam jangka panjang.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- bencana Sumatera
- Rakernas PDIP 2026
- Megawati Soekarnoputri
- krisis ekologis
- bencana hidrometeorologi
- banjir Sumatera




