Pamekasan, VIVA – Madura United FC harus menelan pil pahit saat menjamu PSIM Yogyakarta dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu malam, tim berjuluk Laskar Sape Kerrap tumbang dengan skor meyakinkan 0-3 dari tim tamu.
Kekalahan ini terasa menyakitkan karena Madura United sejatinya tampil agresif sejak menit awal. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke area pertahanan PSIM Yogyakarta, namun sejumlah peluang emas gagal dikonversi menjadi gol.
Petaka bagi tuan rumah datang menjelang turun minum. Pada menit ke-44, bek Madura United Nurdiansyah melakukan pelanggaran keras dengan menginjak kaki pemain PSIM, Ezequiel Vidal. Setelah meninjau tayangan Video Assistant Referee, wasit tanpa ragu mengganjar kartu merah langsung.
Unggul jumlah pemain membuat PSIM tampil lebih percaya diri di babak kedua. Serangan cepat dan permainan agresif langsung membuahkan hasil. Fahreza Sudin membuka keunggulan pada menit ke-56, sebelum Franco Ramos Mingo menggandakan skor dua menit berselang.
PSIM semakin menjauh setelah Fahreza Sudin kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-63. Gol keduanya memastikan keunggulan 3-0 bagi Laskar Mataram dan membuat Madura United semakin tertekan.
Meski tertinggal jauh, Madura United tetap berusaha bangkit dengan mengintensifkan serangan. Namun kondisi tim yang bermain dengan 10 pemain membuat upaya tersebut kerap kandas di lini pertahanan PSIM.
Situasi sempat berubah ketika PSIM Yogyakarta juga harus kehilangan satu pemain. Pada menit ke-73, Franco Ramos Mingo diganjar kartu merah usai melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Madura United. Kedua tim pun bermain dengan jumlah pemain yang sama.
Namun, momentum itu tak mampu dimanfaatkan Madura United. Bahkan di masa injury time, tepatnya menit ke-90+2, kiper Madura United Miswar Saputra kembali diganjar kartu merah, membuat situasi tuan rumah semakin sulit.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 untuk kemenangan PSIM Yogyakarta tak berubah.
Pelatih Madura United FC, Carlos Parreira, mengakui timnya sebenarnya tampil cukup baik dari sisi penciptaan peluang. Namun efektivitas menjadi masalah utama.




