Pasca banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh Tamiang sejak November lalu, pemerintah terus menggenjot pemulihan fasilitas publik, terutama layanan kesehatan. Fokus utama saat ini tertuju pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia yang sempat lumpuh total akibat terjangan bencana.
Hingga Januari ini, RSUD Muda Sedia masih dalam tahap pembersihan material lumpur sisa banjir. Proses pembersihan material lumpur sisa banjir masih terus berlangsung di seluruh penjuru rumah sakit, mulai dari akses jalan, pekarangan, hingga ke dalam ruangan perawatan
Selain pembersihan lumpur, sejumlah pekerja juga tengah sibuk melakukan pengeboran sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih rumah sakit. Pengerjaan sumur bor ini telah dimulai sejak awal Januari oleh petugas gabungan. Langkah ini diambil karena fasilitas air bersih rumah sakit mengalami kerusakan parah akibat banjir, sementara operasional layanan medis sangat bergantung pada ketersediaan air bersih.
Baca juga: Mendagri Tito Targetkan Pemulihan Pascabencana Aceh Rampung Sebelum Ramadan
Proses pemulihan ini melibatkan sinergi dari berbagai pihak, antara lain Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), personel TNI dan Polri, serta relawan setempat. Ditargetkan seluruh proses pembersihan dan pemulihan fasilitas dapat rampung sepenuhnya dalam waktu satu bulan ke depan.
Meski masih dalam tahap pemulihan, RSUD Muda Sedia tetap berupaya memberikan pelayanan kepada pasien yang terus berdatangan. Saat ini, pelayanan dilakukan dengan kondisi seadanya menggunakan alat-alat yang masih bisa diselamatkan.




